Story cover for Coppelion by ezacha
Coppelion
  • WpView
    Reads 10,392
  • WpVote
    Votes 923
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 10,392
  • WpVote
    Votes 923
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published Nov 30, 2023
Ayah tidak pernah menganggap kami anak. Sekalipun dalam pikiranku, aku tidak pernah memikirkan orang yang disebut 'ayah' itu menganggapku. Bahkan disaat terakhirnya ia tidak mengatakan apapun kecuali "jaga putraku"


Bukankah bodoh mengatakan hal tersebut didepan 6 putranya. Lalu ia mati dengan tenang. Sampai akhir putranya hanya satu orang. Si lemah tak berguna. Yah, aku tak peduli sih walau tak dianggap. Maksudku kami berenam tidak ada yang peduli. Karena kami dibesarkan sebagai alat bukan manusia.
All Rights Reserved
Sign up to add Coppelion to your library and receive updates
or
#899boboiboygalaxy
Content Guidelines
You may also like
we will always be with you: Solar by flower_lili_azzahra
21 parts Ongoing
BoBoiBoy Solar: adalah putra bungsu dari tujuh kembar elemental. Dia memiliki kepintaran di atas rata-rata. Namun, meskipun dia anak bungsu, dia tidak diperlakukan seperti anak bungsu pada umumnya oleh kedua orang tuanya. Orang tuanya selalu mendesaknya untuk mendapatkan nilai tinggi dan prestasi bagus. Bahkan, Solar sering dihukum dan disiksa oleh kedua orang tuanya. Namun, karena Solar tidak ingin saudara-saudaranya dan teman-temannya mengetahui penderitaan yang dialaminya, dan merasa khawatir, akhirnya dia bersikap narsis dan percaya diri. Namun, pada suatu saat, Solar tidak pernah menunjukkan sifat narsis dan percaya dirinya lagi. Malahan, dia menjadi pendiam dan jarang berbicara. Hal yang mengejutkan terjadi ketika Gempa menemukan sebuah surat dari dokter di laci Solar. Ternyata Solar mengidap penyakit yang cukup berbahaya. Semua pun terkejut dan merasa khawatir. Halilintar: "Solar, maafkan aku. Aku gagal melindungimu. Aku memang kakak yang payah 😔" Taufan: "Solar, kenapa kau tidak pernah bercerita kalau ayah dan ibu sering menghukummu? 🤔" Gempa: "Dan kenapa? Kenapa kau menyembunyikan penyakitmu dari kami, Solar? 😭" Blaze: "Dan kenapa kamu berubah, Solar? Padahal aku lebih suka Solar yang dulu, yang bersikap narsis dan percaya diri. Aku benci Solar yang sekarang. 😠" Ice: "Adik... Padahal kamu sendiri yang menjelaskan kepadaku dulu kalau pentingnya terbuka. Tapi kenapa kau menyembunyikan semua ini dari kami, adik? 🥺" Thorn: "Thorn... Thorn bukan kakak yang baik buat Solar. Hiks 😭" Solar: "Ma... Maafkan Solar, Kakak-kakak. Solar tidak ingin membuat kalian khawatir. 🙏" Bagaimanakah kisah selanjutnya? Mengapa Solar tiba-tiba berubah? Dan apa penyakit yang Solar alami? Kalau mau tahu, temukan di: we will always be with you Disclaimer: BoBoiBoy hanya milik Animonsta Studios. Saya hanya meminjam karakternya saja. No Power Sphera, no Alien Durjana, no power, dan no TAPOPS. Start: 10 Oktober 2023 Finish: ???
You may also like
Slide 1 of 10
All The Memories {Elemental Boboiboy} [SLOW UPDATE] cover
Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End) cover
Bukan Sebatas Kekuatan I (complete) cover
Little Sister [Boboiboy Elemental] cover
Kenapa Aku Berbeda? cover
Keajaiban Duniaku | Boboiboy ft. Reader cover
we will always be with you: Solar cover
Fence: Keluarga itu Ibarat Pagar cover
Cursed Dreams cover
Home cover

All The Memories {Elemental Boboiboy} [SLOW UPDATE]

13 parts Ongoing

Nyatanya, mereka bertiga tidak sebahagia yang orang lain pikirkan. Di balik tawa dan senyuman yang mereka tunjukkan, terselubung luka yang tak seorang pun mampu melihat. Taufan yang ingin diakui keberadaannya. Ice yang mendambakan kebebasan. Dan Thorn yang haus akan apresiasi dari sang Bunda. Taufan terus mencoba membuktikan dirinya sendiri, berusaha untuk diakui, meski dirinya seringkali tak dihargai. Ice, meskipun selalu tampak tenang, namun ia terjebak dalam batasan tubuhnya yang rapuh, bermimpi bisa merasakan bebasnya dunia tanpa halangan apapun. Thorn, dengan segala usahanya, merasa tak pernah cukup baik untuk mendapatkan kasih sayang yang tulus dari sang Bunda. Di dunia yang mengagumi harmoni, tak ada yang tahu bahwa kehancuran perlahan mulai menghantui. Tapi, sampai kapan mereka bisa bertahan dalam diam? Sementara hati mereka perlahan terkikis oleh kesedihan yang mendalam.