We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Amor
  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 30, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Blurb : Wajah teduhmu yang telah memberiku keyakinan, dan mengantarkan aku lebih dekat kepada Sang Penghadir Cinta. ~ Aryan Dilshan ~ Keikhlasan akan mendatangkan cinta abadi yang tak akan redam oleh waktu. ~ Alin Andira ~ Beberapa hal harus berani kita korbankan atas tiap pilihan dan keputusan dalam hidup. Pilihan yang nantinya menjadi perantara untuk lebih mengenal dan memahami Amor sesungguhnya. *** "Pergilah Aryan, jangan menungguku. Maafkan, aku tak bisa ikut denganmu. Lamaran Dipta telah ku terima ...." Mampukah Aryan merelakan dan melupakan Alin? Ataukah Aryan akan terus memperjuangkan cinta?
All Rights Reserved
#8
hwcgrup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lentera di Batas Senja (TELAH TERBIT di LOVRINZ)
  • Jika Takdir Telah Ditentukan
  • ZARAIDEN [End]
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Cinta Datang Terlambat [END]
  • Cinta Dalam perjalanan Takdir (Tidak Lanjut)
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • Perihal Mengikhlaskanmu [TAMAT]

" Waktumu 5 bulan, selama itu silahkan nikmati hidupmu sebelum kamu merangkak pergi dari hidupku" Ana terdiam, kembali menunduk. Ia sudah menyangka jika ini pasti terjadi. Lelaki itu tidak mungkin bisa menerimanya begitu saja. Tetapi mengapa sayatan didalam sana masih juga terasa ketika mendengar pengusiran secara tidak langsung itu. " Gunakan ATM itu untuk memenuhi apapun yang kamu inginkan. Kamu pasti perlu merayakan keberhasilanmu. Jangan khawatir, kartu itu tidak akan kehabisan isi hanya untuk memenuhi kebutuhanmu" kata Raga Ana menelan Saliva dengan kasar, tenggorokannya terasa dicekik oleh tangan tak kasat mata. " Kamu juga boleh tinggal disini sebelum waktumu habis dan aku akan mengusirmu" Ana menggenggam erat tali tas ditangan untuk menyalurkan kesakitanya. " Beberapa bulan lagi aku wisuda, setelah itu aku akan menikahi kekasihku... Raga menghentikan kalimatnya ketika Ana mengangkat wajah dan pandangan mereka kembali bertemu. Tentu saja gadis itu terkejut dengan kalimatnya, tetapi dia hanya bungkam tidak mencoba untuk menyela ucapannya. " Pastikan... saat itu tiba kamu sudah menghilang dari hidupku, tidak perlu lagi mengacaukan apapun yang akan kembali aku tata. Tempatmu bukan disini, kekasihku lah pemilik sesungguhnya, Kamu hanya dipinjamkan sebentar karena kekonyolan orang tuaku" Raga terdiam sebentar, menghela nafas berulang kali ketika entah karena apa sesak itu terus menerus menyerangnya. " Kebersamaan ini tidak lebih dari sebuah paksaan. Jadi, aku akan melepaskan ketika waktunya sudah tiba. Aku akan menceraikan mu.." " Aku harap... saat itu kamu tidak akan membuatku kesulitan lagi, dan ketika saat itu tiba, mari berpisah dengan benar, saling meninggalkan dan melupakan. Kamu bisa mencari kebahagiaanmu tanpa harus melibatkan aku didalamnya dan aku juga akan menjemput kebahagiaanku dengan kekasihku" tegas raga Dibalik tundukannya, Air mata itu akhirnya terjatuh juga, cukup menggambarkan seberapa kuat kesakitan yang ia terima.

More details
WpActionLinkContent Guidelines