After You (Jangan Berharap, Karena...)

After You (Jangan Berharap, Karena...)

  • WpView
    Reads 201
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 3, 2024
Tentang kehilangan. Tentang seorang pengganti. Tentang harapan, keteguhan, dan keyakinan. Masa lalu yang tidak terlupakan dan kehidupan setelahnya. Kerinduan yang berujung. pada kesengsaraan. Pelarian yang membawa kisah di ujung pengharapan. Cinta tulus atau sekadar pengisi kekosongan. Tentang keluarga dan kisah tersirat takdir.
All Rights Reserved
#7
cakrawritingmarathonbatch06
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Kepada Rindu Yang Semestinya
  • Cerita yang Tak Selesai ✨💔🌙 || TAMAT
  • Yang Pernah Patah
  • Home Away From Home [FIN]
  • WISHES.
  • Behind the Silence
  • [END] Alur Kehidupan
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines