Pergi tanpa Pamit [Tamat]

Pergi tanpa Pamit [Tamat]

  • WpView
    Reads 259
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 11, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
5 tahun berlalu, seorang gadis tengah berbelanja di salah satu mall, dia tidak sengaja menabrak seseorang hingga barang-barang mereka berserakan di lantai. "Maaf, aku tidak sengaja!" "Aku yang seharusnya meminta maaf, karena sudah menabrak mu." "Iya, lain kali hati-hati." "Tunggu! Kamu Rindu kan?" "Iya." "Akhirnya aku bisa menemukanmu." "Kamu siapa?" "Aku sahabatnya Anas, Aldi." "Bagaimana kamu bisa mengenali ku?" "Dari gantungan kunci itu!" "Dari mana kau tahu tentang gantungan kunci ini?" "Anas pernah menunjukkan foto gantungan kunci couple itu. Dan itu hadiah dari dia kan?" "Iya benar." "Sudah lama aku mencari kamu." "Untuk apa kamu mencari ku?" "Aku ingin memberikan ini!" "Apa ini?" "Hadiah dari Anas untukmu. Sebenarnya, dia menitipkan hadiah ini 2 tahun lalu, saat aku kembali dari Istanbul untuk menghadiri acara pernikahan kakakku. Dia menitipkannya karena belum sempat ke sini, dia sibuk kuliah sekaligus bekerja di sana." "Boleh aku tau, bagaimana kabarnya di sana?" "Jadi, kamu belum tau apapun tentang dia?" "Aku tidak tahu apapun tentang dia sejak 5 tahun lalu." "Yang aku tau, dia sudah meninggal setahun yang lalu karena kecelakaan." "APAA? Meninggal? Setahun yang lalu? Enggak! Enggak mungkin. Inikah jawaban dari penantian ku?
All Rights Reserved
#222
ceritasedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silent, Please! (Re-up)
  • ANNISA {ON GOING}
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • My Duchess / End
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • MY LOVE STORY

Ada nggak sih manusia bumi yang hidupnya monoton banget nggak ada cabang-cabangnya kayak aku? Setiap hari cuma jalani hidup seadanya. Nggak ada perlawanan, udah kayak hidup nggak mau tapi mati aja segan. Selalu nurutin perintah orang tua, disuruh ini itu nurut. Bahkan di suruh nikah sama orang yang nggak dikenal pun tanpa sungkan langsung ngangguk. Nggak nolak atau apa pun itu? Kayaknya cuma aku deh manusia bumi yang pantas banget dikasih penghargaan sebagai manusia terbaik. Di lamar sama orang asing--yang konon katanya temen paud langsung ngangguk aja nggak banyak protes. Cuma bisa berserah diri sama Tuhan semoga dibukakan jalan mudah selebar-lebarnya. ><>< "Calla, saya izin bawa kamu ke apartemen boleh?" "Ada cewek lain nggak, Mas? Saya ini tipikal cewek baik-baik yang memusuhi buaya!" "Tenang saja. Kamu cewek pertama yang saya bawa ke sana! Nanti malam jangan lupa, malam pertama kita!" "........" "Boleh kabur nggak sih?" "Nggak boleh, kamu sudah saya bawa masuk ke dalam hidupnya seorang Aditya Arsenio. Saya jamin kamu akan bahagia!" "Eitss, jangan lupa headset bluetooth saya di kembalikan. Nanti saya belikan yang baru, khusus buat kamu, istri saya!" Yuk, baca keseruan kehidupan Calla Heelwa dan Aditya Arsenio. Langsung ke prolog, ya? Jangan lupa dukungannya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines