Paradigma Sempurna

Paradigma Sempurna

  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 4, 2024
Niscala Agni Bhadrika, seorang gadis kelas X yang beranjak remaja. Agni merupakan anak bungsu dari seorang single parent, dan adik dari seorang laki-laki yang sudah berkuliah. Ayahnya adalah orang yang sangat sibuk. Agni jarang menemui ayahnya. Bagi Agni, kepulangan ayahnya adalah suatu hal yang spesial. Agni yang adalah seorang siswi SMA, terus memberitahu ayahnya tentang prestasi-prestasi yang sudah ia raih dengan susah payah. Walaupun Agni tahu, sang ayah hanya akan selalu memberikan kritik padanya. Walaupun Agni tahu, ayahnya tidak akan peduli pada apa yang telah ia lakukan. Walaupun Agni tahu, ia bukanlah anak yang disenangi ayahnya. Agni tidak pernah mundur, ia terus berusaha dan kembali pada ayahnya ketika ia sudah mendapatkan hasil yang lebih baik. Hingga suatu saat, Agni menyadari. Segala usaha yang ia lakukan tidak ada gunanya. Ia berharap pada benda mati, dan ia tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk merasakan kehangatan yang ia harapkan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Yang Selalu Diremehkan
  • All About You [END]
  • Avyan (End) ✓
  • Analog Melankolis
  • coward
  • The Chosen Soul | Transmigrasi Boy
  • Terlalu Peka
  • Menggapai Bintang
  • REKSA: The Last Bell
  • RAKA

Angga, seorang remaja pendiam yang gemar menggambar, selalu dianggap tidak berguna oleh ayahnya yang keras dan otoriter. Dalam keluarga yang mengagungkan prestasi akademik dan kesuksesan finansial, minat Angga terhadap seni dianggap sebagai hal sepele yang tidak memiliki masa depan. Hari demi hari, Angga dihujani kata-kata kasar dan sindiran yang menorehkan luka di hatinya. Di sekolah, Angga juga bukan siapa-siapa. Ia adalah bayangan yang tak terlihat, seorang anak yang duduk di pojok kelas, diam tanpa suara. Hanya secarik kertas dan pensil yang menjadi sahabat setianya. Namun, dalam dunia sketsa hitam-putih itu, Angga merasa bebas. Ia bisa menciptakan dunia yang ia inginkan - dunia di mana ia adalah pahlawan utama yang tak tertandingi. Namun, semua itu berubah ketika Angga bertemu dengan seorang mentor tak terduga, seorang pelukis jalanan yang pernah merasakan pahitnya diremehkan. Lewat bimbingan mentornya, Angga mulai menemukan kekuatan dalam dirinya. Ia belajar bahwa setiap goresan pensilnya adalah suara yang tak lagi bisa diabaikan. Seiring waktu, Angga mulai menunjukkan kemampuannya. Namun, ketika kesempatan besar datang - sebuah kompetisi seni bergengsi - Angga harus memilih antara mengejar mimpinya atau tetap tunduk pada bayangan sang ayah. Akankah Angga berhasil membuktikan bahwa ia lebih dari sekadar bayangan, atau justru tenggelam semakin dalam dalam cemoohan dan keraguan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines