The Future Husband

The Future Husband

  • WpView
    Reads 400
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 23, 2023
"Bagaimana kalau kamu aku jodohkan dengan seseorang?" kata-kata itu terlintas di kepala Ava. Ava yang sedang bermunajat kepada sang khaliq ketika para manusia mengistirahatkan badannya dan mengumpulkan energi untuk melanjutkan kegiatan di esok hari. Aliva Jihan Kalandra, putri pertama pasangan Maulana Dean Kalandra dan Farah Anindya, gadis berusia 19 tahun dari salah satu keluarga di Indonesia yang menjadi kakak dari Anisa Najma Kalandra yang berusia 11 tahun. "ya Robb, bagaimana ini? tunjukkanlah pada hamba jalan yang engkau ridhoi" Ava merasa bingung dengan permintaan neng Aisyah. Ava akan dijodohkan dengan seseorang yang tidak dia kenal dan tidak dicintainya. "argh. bukan love story seperti ini yang Ava inginkan" gumamnya sambil meletakkan kedua telapak tangan pada wajahnya. air mata mulai membentuk anak sungai di kedua pipinya. perlahan dia mulai sesenggukan di antara heningnya malam. *** "tidak Umi, Haykal tidak mau Umi jodohkan dengan orang yang tidak Haykal ketahui bibit, bebet, bobotnya" ucap Haykal memalingkan wajahnya . Haykal Ahmad Albakir, pemuda berusia 25 tahun yang baru menyelesaikan studynya di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Putra tunggal dari Ibu Nyai Nadya Hanifah dan Kiai Salman Alfarisi, salah satu pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur. "sejak kapan Haykal berani nolak permintaan Umi?" ucap Nyai Hanifah memandang putra semata wayangnya itu. " Umi tidak akan menjodohkan Haykal dengan orang sembarangan. Umi tau gadis seperti apa yang cocok untuk kamu." Haykal diam. "turuti saja kemauan Umi mu" ucap kiai Salman membuyarkan pikiran Haykal yang kesana kemari tanpa arah dan tujuannya. Haykal berdiri dan meninggalkan ruang keluarga bergaya klasik itu tanpa mengucap sepatah katapun pada kedua orang tua yang menunggu jawaban darinya.
All Rights Reserved
#236
malang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahinya Dalam Diam (On Going)
  • Pahala Surgaku✓
  • zaya dan abrisyam [TERBIT]
  • My Boyfriend Gus (Completed √)
  • || Takdir Dari Allah [REVISI]
  • SATU NAMA DALAM DO'AKU
  • jodoh yang tak terduga
  • Gus Zai Untuk Aisyah(TAMAT)
  • LENTERA KEABADIAN By Rawnaa
  • Assalamualaikum Cinta

Zaki Keenan Mahendra adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara, ia sempat menuntut ilmu di Mesir selama 3 tahun, Zaki itu orang yang sangat cuek dan dingin kepada perempuan kecuali dengan keluarganya. Zaki memiliki satu Abang yang sudah menikah juga sudah memiliki anak laki laki Kayla nadhifa Habiba adalah anak bontot dari 3 bersaudara yang sangat di sayang dan sangat di jaga dengan keluarganya. Kayla memiliki 2 Abang yang masih single dan sibuk dengan pekerjaannya masing masing "Assalamualaikum umi," ucap laki laki tersebut yang sedang menelpon seseorang "Wa'alaikumusalaam nak," jawab wanita paruh baya di sebrang telepon "kamu sudah sampai nak," tanya wanita paruh baya tersebut "Sudah umi, baru saja sampai," jawab laki laki tersebut "umi yang jemput aku siapa," tanya laki laki tersebut "Di jemput abang sama Abi nak, seharusnya si sudah sampai," jawab wanita paruh baya di sebrang sana "Gitu ya umi, yaudah telepon nya Zaki matiin ya umi, Zaki mau cari Abi sama Abang," ujar laki laki tersebut-- Zaki Keenan Mahendra "Iya nak silahkan," jawab wanita disebrang sana "Assalamualaikum," ucap Zaki setelah mendengar jawaban sang umi "Wa'alaikumusalam nak," jawab wanita paruh baya tersebut. setelah salamnya di jawab Zaki pun mematikan teleponnya. Saat ini di dalam salah satu rumah di jakarta sedang adanya rengekan dari anak perempuan yang kurang lebih sudah berumur 19 tahun, dengan tinggi badan 165 cm. Anak gadis itu sedang merengek agar liburnya di perpanjang "Bunda, pulangnya Minggu depan aja," rengek gadis tersebut "Gabisa sayang, bunda izinnya hanya 3 hari dan besok pagi kamu sudah harus kembali ke pondok," sahut wanita paruh baya yang di panggil bunda dengan anak gadis tersebut. "Bundaa, tolong lah kali ini aja ya pliss," rengeknya dengan mata memelas yang sudah berkaca kaca seperti ingin menangis menatap sang bunda "Gabisa sayang, sudah ya kamu besok kembali ke pondok," kekeh sang bunda

More details
WpActionLinkContent Guidelines