Story cover for " ARA " [ On Going ] by CindyNaibaho4
" ARA " [ On Going ]
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Dec 02, 2023
"Berhenti disitu" mendengar itu ara berbalik dan mendapati sang ayah yang berjalan menuju ke arahnya.

"Plakk" dasar gadis sialan. Gara - gara kamu saya kehilangan proyek besar" ucap ramdan

Ara yang ditampar pun hanya menunduk. Dia tidak tau apa kesalahannya.

"Kenapa ayah tampar ara?? Apa salag ara??tanya ara dengan wajah mau menangis.

"Apa katamu??gara - gara kelakuan kamu di cafe , klien itu membatalkan kerja sama dengan saya"ucap ramdan marah.

"Maaf ayah. Ara benar - benar tidak sengaja. Ara menunduk takut melihat wajah ayahnya.

"Dasar pembawa sial,,," setelah mengatakan itu ramdan pergi begitu saja.

"Hati ara sakit ayah. Ara ingin disayang sama ayah . Kenapa ayah tidak menyayangi ara??apa salah ara??
Ara menangis. Perkataan ayahnya melekat di otaknya. Ini pertama sekali ramdan membentaknya. 

"Makanya jangan bodoh. Hahaha kasian sekali hidup lo ara". Gerald yang melihat semuanya menghampiri ara dan malah menambah sakit hati ara.


****
MASIH PEMULA , DIMAKLUMIN AJA YAA
All Rights Reserved
Sign up to add " ARA " [ On Going ] to your library and receive updates
or
#64tiktok
Content Guidelines
You may also like
HALAI-BALAI | Antagonist Husband LENGKAP (SELESAI) by cicilinece
62 parts Complete
"Aku istri kamu, hewan aja kalau dipukul pilihannya lari atau mati, apalagi manusia." "Aku capek denger bentakan kamu, kamu suami aku tapi, kamu kayak tokoh antagonis yang nggak bosan punya konflik sama protagonis." Cover by pinterest. Setiap adegan kekerasan tidak untuk ditiru, dapat menimbulkan trauma. Tidak untuk anak dibawah umur. Harap bijak dalam membaca. 18+ Ileana Nay Risa (Lea) sering sekali mengeluh tentang pelajaran, capek mengerjakan tugas, malas belajar. Dia mengeluh tentang semua itu. Berkali-kali dia mengatakan bahwa ingin nikah muda saja, Lea sering kali berfikir tentang hal positif setelah menikah. Bisa jalan-jalan bersama, makan berdua, apalagi saat membuka mata, ada seseorang yang menyambut dipagi hari, ah sudahlah, intinya yang indah-indah selalu jadi khayalan Lea. Nikah muda itu benar terjadi dikehidupan Lea, namun, tidak dengan khayalan indah itu. Jika bisa Lea ingin kembali mengulang waktu, ingin fokus belajar dan mengejar mimpi. Namun, dua manusia yang diikat dengan ikatan pernikahan bukankah harus punya hubungan saling suka? "Tolong pulang, aku lagi sakit." "Sekalian aja mati, gue nggak peduli!" __ "Tolong perlakukan aku kayak manusia, hewan aja nggak mau makan makanan basi, apalagi aku manusia." ___ Mulai : 24 Mei 2021 Selesai : 20 Juli 2021 Dilarang plagiat. Hargai karya penulis. Cerita ini murni pemikiran sendiri. Barang siapa yang mengcopy, menjiplak atau sejenisnya akan berurusan dengan hukum. Dan itu juga dosa, karena itu mencuri/maling. Berdosa!
Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going) by librarika
69 parts Ongoing
Dunia ini sangat keras dengan perempuan, apalagi bila di masa lalunya terdapat sebuah aib besar 🌟🌟🌟 Mengandung di usia muda karena gaya berpacarannya yang bebas, Zia otomatis menghancurkan kehidupannya sendiri. Mulai dari kehilangan orang tua, berhenti sekolah dan dicemooh orang - orang sekitar, perlahan dia terima usai aibnya itu terkuak. Belum lagi kekasihnya, Elang yang tidak mau bertanggung jawab membuat hidup dia semakin sulit. Seiring bertambahnya usia wanita itu, karena menjadi orang tua tunggal tidaklah mudah, Zia mulai bertekad mencari ayah untuk sang buah hati. 'Hanya bisa menerima masa lalunya' cukup dengan satu syarat tersebut siapapun orangnya pasti akan dia terima, pikirnya. Sempat yakin akan ide tersebut, saat dijalani ternyata Zia justru cuma mendapat luka yang lebih alih - alih calon suami, sebab tak semua lelaki bisa menerima masa lalu buruk pasangannya, begitupun keluarga mereka. "Tentu, aku ingin bahagia, tapi bila mereka terus mempermasalahkan masa lalu apa aku perlu mempertahankan keinginanku untuk menikah?" - Zia Cassiopeia "Jangan menyukaiku, lukaku belum kering, kamu bisa saja ikut menderita karenanya!" - Raden Elang Aghastya "Semua orang punya masa lalu yang buruk, gak terkecuali aku, jadi gakpapa mencoba bangkit lagi dengan bantuan orang lain dan berharap bahagia!" - Garuda Biantara "Aku janji gak akan menuntut apapun darimu, aku bicara begini hanya mau kamu tahu perasaanku selama kita saling berinteraksi dan bertemu supaya aku gak canggung lagi!" - Luna Rea Nanda
You may also like
Slide 1 of 10
Saat Cinta Tak Terucap cover
AMNESIAL (END) cover
DAREN [End] cover
Destiny  cover
Kopi & Deadline (On Going) cover
HALAI-BALAI | Antagonist Husband LENGKAP (SELESAI) cover
Sepaket Luka & Obatnya (Versi benar) cover
HEARTBREAKING (On Going) cover
DEAR RAGA  cover
Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going) cover

Saat Cinta Tak Terucap

29 parts Complete

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?