We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
" ARA " [ On Going ]

" ARA " [ On Going ]

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 6, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Berhenti disitu" mendengar itu ara berbalik dan mendapati sang ayah yang berjalan menuju ke arahnya. "Plakk" dasar gadis sialan. Gara - gara kamu saya kehilangan proyek besar" ucap ramdan Ara yang ditampar pun hanya menunduk. Dia tidak tau apa kesalahannya. "Kenapa ayah tampar ara?? Apa salag ara??tanya ara dengan wajah mau menangis. "Apa katamu??gara - gara kelakuan kamu di cafe , klien itu membatalkan kerja sama dengan saya"ucap ramdan marah. "Maaf ayah. Ara benar - benar tidak sengaja. Ara menunduk takut melihat wajah ayahnya. "Dasar pembawa sial,,," setelah mengatakan itu ramdan pergi begitu saja. "Hati ara sakit ayah. Ara ingin disayang sama ayah . Kenapa ayah tidak menyayangi ara??apa salah ara?? Ara menangis. Perkataan ayahnya melekat di otaknya. Ini pertama sekali ramdan membentaknya. "Makanya jangan bodoh. Hahaha kasian sekali hidup lo ara". Gerald yang melihat semuanya menghampiri ara dan malah menambah sakit hati ara. **** MASIH PEMULA , DIMAKLUMIN AJA YAA
All Rights Reserved
#274
trending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Behind Her Brand
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • DAREN [End]
  • VIA-AMARA
  • Sepaket Luka & Obatnya (Versi benar)
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • EPIPHANY
  • Takeaway
  • Harta, Tahta, Dendam Cinta!

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines