promise not to fall in love

promise not to fall in love

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 27, 2024
Seorang gadis kecil berlari ke arah ayunan tua yang sedang diduduki anak laki-laki. "Hai, bisa gantian?" tanya gadis kecil itu. "Tidak!" jawabnya. "Aku mohon, bukan kah kau sudah lama duduk disini? bisa gantian kan kepadaku?" Tanya gadis kecil itu lagi. "Baiklah, tapi ada syarat nya." "apa?" "Jadi teman ku!" seru nya. "Ehh... tidak-tidak, maksudnya jadi teman kita!" ucap anak laki-laki lain Cerita ini gaada sangkut paut sama cast nya nanti😁 Hai prent, hehe ini cerita pertama ku. sorry kalo banyak kata yang salah dan typoo yahh. Babay💙🌊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • [✓] The Right Heartbeat
  • Prestige ✔️
  • Rahasia Dibalik Persahabatan
  • Albel
  • dimana janji tersebut
  • Winter
  • Thanks J | Lee Jeno ✓
  • GEVRONZ

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines