LUOHUA | 1740

LUOHUA | 1740

  • WpView
    Reads 306
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 7, 2024
WpInfo
Fiction
Historical
❝bagimu, sang bunga yang telah gugur dimuka bumi. Namun masih kekal dalam keabadian❞ ~•~ Geger Pecinan. Sebuah kejadian gila yang sukses memakan beribu nyawa. Baik langit, air, maupun bumi Pelabuhan Batavia menjadi merah layaknya sebuah darah. Setiap angin yang berhembus, bau amis yang tercium oleh indera. Suara jeritan kesakitan dan ketakutan, sudah menjadi simfoni lagu kelam yang melatar belakangi akhlak manusia yang kala itu lebih buruk dari pada hewan. Ini adalah hari dimana dunia saya betul-betul runtuh. Ditinggalkan sendirian ditengah hiruk pikuk kehidupan yang keji dan penuh tipu muslihat, semua orang munafik. Hei! itu bukanlah hal yang mudah! Adakah diantara kalian yang memikirkan nasib kami yang selamat dari maut? Terkadang saya berfikir untuk menyusul mereka. Berharap bertemu dengan semuanya di nirwana. Tetapi bukan hal yang baik untuk saya mendahului garis takdir. Saat kecil dulu, baba seringkali meminta saya memperlajari sebuah karakter 'toleransi'. Meminta mendalaminya. Memahaminya. Dan dapat melakukannya. Setelah ini, saya mengerti akan hal itu. Hanya saja.. maaf, saya tak dapat melakukannya dengan betul-betul. ~•~ Kisah ini saya persembahkan bagi arwah mereka yang telah tiada, namun masih tetap hidup dalam hati, jiwa, dan ingatan saya. ~LUOHUA | 1740~ ft. JayWon Update: tak menentu latar: Batavia, Hindia-Belanda, 1740 bahasa: baku start: 29 Maret 2024 end: ©copyright by riekamput
All Rights Reserved
#716
fiksisejarah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Alamanda (Telah Terbit)
  • Cahaya [COMPLETED]
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • SILENT |• Lee Jeno (Lengkap)
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • Pain of the Slayer
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?

Fiksi ini bercerita tentang kehidupan Alam yang penuh derita. Sejak kecil ia sudah menjadi gelandangan dengan kecacatan yang menambah kesulitan hidupnya. Setelah beberapa kali Alam mencoba untuk bunuh diri, ia selalu selamat. Namun, ketika ada satu hal yang membuatnya merasa lebih baik untuk melanjutkan kehidupan, ia justru mengalami kecelakaan yang tak diinginkannya. Seiring berjalannya waktu, Alam berhasil memperbaiki hidupnya walau pada akhirnya ia harus kehilangan wanita yang sangat dicintai olehnya. Bukan hanya Alam. Si cantik Manda juga merasakan derita yang serupa. Luka membuatnya menganggap bahwa mengakhiri hidup adalah jalan keluar satu-satunya. Menjadi seorang pelacur tentu bukan cita-citanya. Sayangnya, ia terjebak di keadaan pedih tersebut dengan perasaan yang kian tersiksa. Manda terus berusaha untuk keluar dari dunia bak penjara itu, apapun yang terjadi, bagaimanapun luka yang tercipta ia yakin bahwa peluang untuk bahagia masih ada untuknya. Alam: Aku merasa telah menjadi sampah dunia yang tak berguna. Juga seperti abu yang sudah terbakar berkali-kali. Pernah aku mencoba untuk mengakhiri hidup. Sekali, dua kali, tiga kali, tapi aku selalu selamat. Lalu aku kembali menabrakkan diri dan menjatuhkan diriku yang cacat dari ketinggian serta menelan racun. Aku, tetap selamat. Cahaya putih dapat kulihat lagi saat aku terbangun. Jika orang lain berbahagia karena masih berkesempatan untuk hidup di dunia, aku justru merasa tersiksa setiap kali gagal membuang nyawaku. Manda: Lima tahun setelah pernikahan Ayah dan ibuku, lahirlah aku. Bayi perempuan yang katanya tidak pernah diharapkan oleh ayahku. Aku tidak mampu mengingat banyak hal tentang kehidupan masa kecilku. Tapi peristiwa mengerikan yang pertama adalah di saat aku berusia 14 tahun. Aku dipaksa menjadi seorang pelacur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines