LUOHUA | 1740

LUOHUA | 1740

  • WpView
    reads 305
  • WpVote
    Stemmen 92
  • WpPart
    Delen 4
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zon, apr. 7, 2024
❝bagimu, sang bunga yang telah gugur dimuka bumi. Namun masih kekal dalam keabadian❞ ~•~ Geger Pecinan. Sebuah kejadian gila yang sukses memakan beribu nyawa. Baik langit, air, maupun bumi Pelabuhan Batavia menjadi merah layaknya sebuah darah. Setiap angin yang berhembus, bau amis yang tercium oleh indera. Suara jeritan kesakitan dan ketakutan, sudah menjadi simfoni lagu kelam yang melatar belakangi akhlak manusia yang kala itu lebih buruk dari pada hewan. Ini adalah hari dimana dunia saya betul-betul runtuh. Ditinggalkan sendirian ditengah hiruk pikuk kehidupan yang keji dan penuh tipu muslihat, semua orang munafik. Hei! itu bukanlah hal yang mudah! Adakah diantara kalian yang memikirkan nasib kami yang selamat dari maut? Terkadang saya berfikir untuk menyusul mereka. Berharap bertemu dengan semuanya di nirwana. Tetapi bukan hal yang baik untuk saya mendahului garis takdir. Saat kecil dulu, baba seringkali meminta saya memperlajari sebuah karakter 'toleransi'. Meminta mendalaminya. Memahaminya. Dan dapat melakukannya. Setelah ini, saya mengerti akan hal itu. Hanya saja.. maaf, saya tak dapat melakukannya dengan betul-betul. ~•~ Kisah ini saya persembahkan bagi arwah mereka yang telah tiada, namun masih tetap hidup dalam hati, jiwa, dan ingatan saya. ~LUOHUA | 1740~ ft. JayWon Update: tak menentu latar: Batavia, Hindia-Belanda, 1740 bahasa: baku start: 29 Maret 2024 end: ©copyright by riekamput
Alle rechten voorbehouden
#60
zamandahulu
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Fading Out Flickers
  • New Universe : Transmigration
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Visual Penggerak Pena [Kumcer]
  • (End) Athanasia Wagner 2 : Seven Lights
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • SILENT |• Lee Jeno (Lengkap)
  • Pain of the Slayer

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen