We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
QUOTES : Antara Ada & Tiada [New Version]

QUOTES : Antara Ada & Tiada [New Version]

  • WpView
    Reads 255
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 18, 2023
WpInfo
Poetry
Aku, Kau, dan Air mata Di sela-sela tawa yang kiramu bahagia Kini, ia menjelma sebuah luka Menitipkan sesak di dada Hingga, tanpa sengaja abadi bersama rasa Untuk sesuatu hal yang tak kita senangi Aku mendekap lukaku sendiri Mengobati berbagai cerita dengan berkisah kembali Menelusuri jejak afeksi seorang diri Air mata adalah saksi seribu diam Kala kutoreh kau dalam larik-larik kelam Termaktub dalam shyam Melukis akara yang andam karam Atas kemenanganmu, aku persembahkan sebuah duka Tentang kau yang meninggalkan senja Berpulang tanpa pamit serupa reca Kemudian, dersik bersenandung berbeda Padika terdengar seperti ketakutan Labirin rumit yang dapat memenjarakan Hidup di antara jutaan harapan Bersama gundah nan kekosongan
All Rights Reserved
#111
quotes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • Aku Pengamat, Terasingkan
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • KIARA [End]
  • Renjana Lara [ Slow Update ]
  • Desahan Lupus
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Ruang Hampa || Quotes ||
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Jejak
  • Disturbances (End)
  • BAPER {SELESAI}
  • Segala Tentangmu ❝
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • alunan diksi (sudah Terbit)
  • Luka Lara Luna || END
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)

Aku hanya rindu bukan cinta hanya karena trauma ini aku tak lagi mempercayai lagi apa itu arti cinta jangan memulai dengan membawa luka lama, kembali lah dengan versi terbaik dan luka itu benar-benar kau sembuhkan dengan waktu ./ deary .. Dalam senyap malam yang kelabu, Rindu menyelinap seperti bayang, Mengisi ruang hati yang kosong, Mengusik luka yang belum sembuh. Rindu itu, seperti angin sepoi, Menyentuh lembut namun menusuk, Mengingatkan pada senyum yang hilang, Pada tawa yang kini tinggal kenangan. Trauma itu, seperti duri, Mengakar di dalam jiwa yang rapuh, Menggores setiap ingatan, Menghantui setiap detik yang berlalu. Malam-malam panjang tanpa bintang, Kusandarkan hati pada sepi, Menganyam harap di antara kelam, Berharap rindu dan trauma berakhir. Namun, rindu tak pernah lelah, Terus mengalun dalam hening, Sementara trauma tetap berbisik, Mengiringi setiap jejak langkahku. Dalam pertemuan bayang dan luka, Ku mencari cahaya di ujung jalan, Meski perih, meski berbalut duka, Aku percaya ada akhir dari rindu dan trauma.

More details
WpActionLinkContent Guidelines