3, Kala Cinta Menyapa

3, Kala Cinta Menyapa

  • WpView
    Reads 2,400
  • WpVote
    Votes 256
  • WpPart
    Parts 104
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 4, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
[Lereng Gunung Bromo, Hindia Belanda, 1831] . "Lalu untuk apa kau menculikku? Membawaku begitu jauh ke tengah hutan?" Diam. Senyap. Ells menunggu jawaban penculiknya. DIa benar-benar butuh jawaban itu untuk kemerdekaannya. "Ayahmu membunuh kakekku." Getir suara Airlangga tetap membuat Ells cepat membantah. "Tidak mungkin!" Ells merapikan duduknya. Tidak lagi bersandar, dia duduk tegak menarik kakinya mendekat, bersila. Tatapan menyala penculiknya cukup menjawab. "Papaku tidak pernah membunuh orang!" Ells sungguh tidak terima ayahnya disebut pembunuh. Ayah yang baik, ayah yang lembut, mana mungkin sekeji itu. Namun tatapan Airlangga semakin tajam. *** LANGIT dan bumi, terhalang angkasa yang memisahkan keduanya. Airlangga, anak negeri yang marah, membalas dendam dengan menculik putri seorang penguasa negeri, Daniella Elizabeth van Loen. Perjalanan menerobos hutan, saling melindungi, dan menjaga justru menjadi benih cinta mereka. Sampai akhirnya cinta itu membuahkan janin. Mereka sadar, tidak mungkin selamanya mereka tinggal menyendiri di surga mereka yang bernama hutan. Demi buah cinta mereka, mereka harus kembali ke pusat peradaban. Kembali ke bumi. Kembali membumi. Tapi selalu ada angkasa yang menggantung indah memisahkan langit dan bumi. Haruskah perbedaan itu memisahkan mereka? Apa yang akhirnya Airlangga lakukan untuk membangun pelangi untuk menghubungkan langit dan bumi mereka? Menghilangkan jejak angkasa yang memisahkan mereka. Jika mereka tidak berhasil membangun jembatan pelangi, mereka bersiap untuk tinggal bersama di langit biru. Apakah tidak ada jalan lain? Berlatar masa kolonial Belanda, Airlangga dan Daniella merenda kasih di tengah hutan hujan tropis lereng Gunung Bromo yang cantik. Bertemu binatang-binatang liar. Dengan sedikit penggambaran alam, semoga bisa mengajak pembaca masuk ke dalam cerita, berkelana di tengah hutan di Nusantara abad ke-19. ***
All Rights Reserved
#594
completed
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • 𝔄𝔰𝔥𝔢𝔰 𝔬𝔣 𝔱𝔥𝔢 𝔉𝔞𝔩𝔩𝔢𝔫
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • [Lacrimosa]; Dara-Dara Runtuh
  • Pelangi sehabis hujan
  • Kala Cinta Menyapa [18+ Unpub]
  • Jingga di Langit Biru
  • THE CLIMB [Completed]
  •  𝐄𝐥𝐢𝐳𝐚𝐛𝐞𝐭𝐡 [END]

"Gue nggak mau pasti dulu kalo pada akhirnya gue juga ingkar janji. " -Marangga Karta Hanenda "Kalo ngelakuin semuanya pakek hati, apa akan akan menjadi sangat berarti? " -Reinaldo Janggala Hanenda "Seng uwes yo uwes, tapi ojo ngantek kisah dewe melu uwes" -Haesandra Prasetya Hanenda "Gue nggak mau ngelanjutin hubungan semu kayak gini, bikin capek. " -Jevano Dewata Hanenda "Maju kepleset, mundur kejengkang, diem kejungkel, emang susah ya korban cinta beda agama. " -Nandana Sadewa Hanenda "Semua ciptaan Tuhan itu indah. Kayak langit, senja, gunung, pelangi, bunda, Friska-eh?! " -Chandra Arkha Hanenda "Trauma sama luka itu beda, yang sama itu perasaan kita. " -Jiandra Pangestu Hanenda Baca aja jangan banyak tanya (ू˃̣̣̣̣̣̣︿˂̣̣̣̣̣̣ ू) Jangan lupa pencet bintangnya biar bisa bersinar⭐✨ Komennya juga jangan lupa ✧(。•̀ᴗ-)✧ EH EH FOLLOW DULU SEBELUM BACA ENTAR AKU NGGAK IKHLAS LHO BUATNYA (T^T) Happy Reading 👋👋👋 Lop yu oll😚 💚💚💚💚💚

More details
WpActionLinkContent Guidelines