My DNA

My DNA

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 5, 2023
Menjadi pemain sepak bola terkenal adalah impian semua lelaki yang menyukai permain tersebut, begitu juga dengan seorang lelaki remaja bernama Zefan Alamsyah. Bocah pemalas yang hanya bisa melakukan aktivitas menonton, bermain game makan dan tidur. Zefan sangat anti dengan kegiatan keluar dari zona nyaman. Orang tuanya Khawatir dengan kegiatan putranya yang sangat pemalas, hingga pada suatu hari sang Ayah membawanya ke suatu sekolah yang terkenal, yaitu sekolah sepak bola (SBB). Awalnya Alam menolak mentah-mentah, baginya itu kegiatan yang sangat melelahkan. Namun lelaki itu tetap menjalankannya walau dengan terpaksa. Apakah ia akan betah dengan kehidupan barunya?
All Rights Reserved
#763
remajafiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPIPHANY
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Satu Langkah
  • Football : The beginning
  • Lintasan Rahasia [COMPLETE]
  • Possesive Playboy
  • Queen of High School
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • DRABIA [END]
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

More details
WpActionLinkContent Guidelines