Kafka: Her Pain and Healer

Kafka: Her Pain and Healer

  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 1, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Kana selalu mengantisipasi setiap langkah dalam hidupnya, menghindari hal-hal yang membuat dirinya hancur. Tetapi, ia tidak pernah mengantisipasi seseorang dari masa lalunya tiba-tiba kembali, mengingatkan Kana akan kehancuran sekaligus kebahagian dalam hatinya. Kafka, lelaki itu datang lagi kehidupannya seolah tidak pernah ada apa-apa diantara mereka. Bertingkah layaknya orang asing dan memorak-porandakan kehidupan Kana yang tenang tanpa lelaki itu didalamnya. "For some reason, he's like a wound and a healer who can make me laugh in happiness." - Her
All Rights Reserved
#784
college
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Before Us✓
  • Bertahan atau pergi
  • FEARLESS || JAYISA
  • HALOALKANA
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Diary Nur
  • Is It Enough?
  • JANJI YANG TAK SEMPAT DITEPATI

Jatuh cinta pada Grisha Kania adalah sesuatu yang selalu Gabriel lakukan dalam separuh hidupnya. Dengan mengamati gadis itu diam-diam, setidaknya Gabriel merasa cukup. Tetapi, ketika mereka bertemu di reuni SMA, semua tak lagi sama. Gabriel tidak bisa membayangkan jika Grisha Kania dimiliki orang lain. Maka, dengan segenap keberanian dan membawa seluruh perasaannya untuk Grisha Kania, Gabriel akhirnya mendekati gadis itu. Sementara, dicintai oleh Gabriel Tirtanara adalah hal terakhir yang ingin Gris rasakan dalam hidupnya. Dia membenci Gabriel lebih dari apa pun. Karena pemuda itu punya banyak pacar yang tersebar hampir di seluruh fakultas. Namun, takdir memaksa mereka untuk bersatu. Grisha Kania akhirnya mengerti bahwa hanya Gabriel Tirtanara yang pernah mencintainya sebesar ini hingga ia pun turut jatuh cinta sejatuh-jatuhnya kepada Gabriel. Semesta seolah gemar sekali bermain-main dengan perasaan mereka. Semesta membuat mereka terbuai dengan perasaan-perasaan yang indah hingga mereka tak menyadari bahwa segala hal yang terjadi di antara mereka adalah kesalahan. Gris tersenyum miring. "Sejak awal seharusnya kita nggak memulai ini, kan, El?" "Maksud kamu, kita adalah kesalahan yang mutlak, kan?" TAMAT

More details
WpActionLinkContent Guidelines