Skala Waktu

Skala Waktu

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 7, 2023
Teriakan pemecah gendang telinga itu begitu menyiksa, hantaman dan ancaman tak bertuan kian hari semakin mengikis kewarasan. Bagaimana kiranya cara Zyanna akan melalui hari dengan penderitaan tanpa arti? Apakah ia mampu menemukan bahagia? atau malah akan menemukan derita dalam bentuk yang berbeda? Ini karya pertama. Menerima kritik serta saran, Mohon untuk vote & komen yaaa😄
All Rights Reserved
#779
life
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JANJI TANPA SUARA
  • Kamu Milikku
  • TIME | ZALESING
  • ℤ𝔸𝕐ℕ
  • SHADOWS IN A VESSEL
  • Become Baby Boy✓
  • Teacher Pet's : Brothership
  • ZANNETA
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔

zayyan tumbuh di rumah besar yang sunyi bukan karena tak ada suara, tapi karena suara yang ada selalu berisi teriakan dan pertengkaran. ayah dan ibunya tidak pernah bercerai, tapi hampir setiap hari adalah perang dingin yang memekakkan di balik wajah datarnya dan sikap acuhnya yang sering di salah artikan, zayyan menyimpan luka : trauma melihat keluarganya perlahan dan sedikit demi sedikit menjadi bangunan hancur Zahira berbeda. ia hampir tak pernah bicara, bukan karena tidak bisa, tapi karena takut. dulu ketika kecil, ia pernah di culik oleh pamannya sendiri karena mempunyai kemampuan melihat sosok gaib. ia tumbuh sebagai gadis yang pemalu, tertutup dan penuh kecemasan. ia merasa lebih nyaman di balik buku gambar dan menuliskan diary dari pada di antara keramaian ketika dua jiwa penuh luka bertemu, tak ada janji yang di buat. hanya tatapan yang saling mengenali rasa sakit. tanpa suara,tanpa tuntunan mereka mulai belajar : bahwa terkadang, yang paling menyembuhkan bukan kata - kata, tapi keberadaan yang jujur dan sederhana janji tanpa suara adalah kisah tentang trauma yang diwariskan dalam diam, tentang keberanian untuk mempercayai lagi, dan tentang cinta yang tumbuh perlahan bukan untuk menyempurnakan, tapi untuk saling menerima kekurangan

More details
WpActionLinkContent Guidelines