Ketika Mata IRI dengan Hati

Ketika Mata IRI dengan Hati

  • WpView
    LẦN ĐỌC 48
  • WpVote
    Lượt bình chọn 2
  • WpPart
    Chương 1
WpMetadataReadĐang sáng tác
WpMetadataNoticeĐăng tải lần cuối Thứ 5, thg 3 26, 2015
"kangen kamu", ucapku lirih saat ku buka mata pagi ini. Matahari membelah jendela, sorotan cahaya oranye memberi nuansa kuning dalam kamar. Kutarik selimut lembut menutupi wajah. Berkedip dalam remang hiasan pagi. Aku marah, kesal dan benci. Entah apa yang membuat tiga hal itu menginap dalam diri pagi ini. Aku hanya merasa merintih sendiri, ingin sosoknyaada disini. Kata rasa, hati ini kangen dia. Saat terpisah jauh berbeda arah gelisah selalu menghias. Dia. Ya Dia, di negeri orang merantau demi bekal taman hidupku. Aku. Aku selalu menjadi prioritas hidupnya, meninggalkan tanah kelahiran hanya untukku, untuk membeli diriku lepas dari tangan orang tua. Aku dan Dia sudah 4 tahun bersama. Tapi kini dia membentangkan selat jarak tanpa mata saling melihat. Hati ini selalu IRI dengan mata. Hatiku dan dia selalu menyatu, selalu percaya dan selalu mendekat. Namun mata, sekali saja tak pernah bertatap. Pagi selalu menjadi waktu yang aku tunggu, karena pagi selalu mengantarku untuk hari baru, menghitung poin demipoin kehidupan yang berlangsung. Membagi waktu agar cepat menjadi sedikit. Sedikit hari dan waktu itu tiba. Menyentuh empat mata untuk melekatkan satu titik yang terlanjur merindu harap. _Part 1_
Bảo Lưu Mọi Quyền
Tham gia cộng đồng sáng tác truyện quy mô nhấtNhận đề xuất truyện được cá nhân hóa, lưu các tác phẩm yêu thích vào thư viện, đồng thời bình luận và bình chọn để phát triển cộng đồng của bạn.
Illustration

Bạn cũng có thể thích

  • Mahligai Sunyi
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • The Disappearance of Butterfly
  • Mafia & Dokter 🔞⚠️  || GULFMEW {END}
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Titik Yang Benar
  • psychologycal
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • R I N D U
  • Love In The Past {END}

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

Thêm Chi Tiết
WpActionLinkNội dung hướng dẫn