31 Hari di Bulan Juli

31 Hari di Bulan Juli

  • WpView
    Reads 1,449
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 30, 2024
Kecelakaan yang dialami Rangga membuatnya harus menerima kenyataan, jika dirinya kemungkinan besar mengalami lumpuh permanen. Sang kekasih sekaligus tunangannya juga hilang ingatan semua kenangan tentang mereka. Mengetahui semua itu, dunia Rangga luluh lantak berkeping-keping. Pernikahan yang bahkan belum terjadi, justru menjadi awal kehancurannya. Juli 2017
All Rights Reserved
#23
lumpuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • Langit untuk Asa
  • Pada Orang yang Sama (TAMAT)
  • Deksa 's Diary
  • MYSTERIOUS QUEEN OF DARKNESS
  • Laut Kelabu [Selesai]
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Kenangan Untukku [Selesai]
  • Asa | Lengkap ✓

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines