Narasi Aksara📖

Narasi Aksara📖

  • WpView
    Reads 235
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 15, 2024
Setiap orang punya masanya dan setiap masa punya orangnya. (Aksara) Kalau cuma modal hidup doang, monyet juga bisa hidup. Jadi manusia itu bukan perihal punya kekuasaan, jabatan, atau previlage. Tapi lebih dari itu, kamu harus punya Empati (Bapak) Selamat datang di Narasi Aksara... "Kadang, yang dibutuhkan manusia adalah hidup yang biasa-biasa saja"
All Rights Reserved
#535
offgun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Faith in You : The Seeker
  • Seventeen
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • MEISYA
  • OUR STORY 'Sunlight Thief
  • Aksara Lingga
  • Poison Of Love
  • Males, ribet.

Kehidupan yang kamu dambakan itu... Dengan mudahnya lenyap tepat di hadapanmu, Tidak ada harganya lagi. Frustrasi? Depresi? Bukan... Kata-kata tidak dapat mewakili perasaanmu kala itu, Bisa hidup setelah semua itu terjadi pun... Sungguh merupakan suatu keajaiban. Theta merupakan korban sekaligus saksi hidup dari suatu insiden yang merupakan rahasia besar di balik damainya negeri ini, yaitu keberadaan penyihir dan para penumpas sihir yang bekerja di balik layar. Mencari kebenaran adalah salah satu alasan kemudian ia bergabung dalam organisasi penumpas sihir, kemudian ia berlatih hingga mendapat tugas ke Kota Abad Baru. Sebuah tugas khusus yang berhubungan erat dengan insiden yang ia alami dulu. Namun, kehadiran seorang demi seorang semakin mengganjal perasaannya. Setitik demi setitik kebahagiaan mulai melekat di hatinya, seakan bertanya pada diri "Apakah ini keputusan yang tepat?" Sementara ia tahu, bahwa menginginkan segalanya berarti siap untuk kehilangan segalanya. Manusia hanya melihat apa yang ingin mereka lihat, Percaya dengan apa yang ingin mereka percaya, Lalu bagaimana denganmu? Apakah kamu akan menerima atau berpaling dari kebenaran? Keputusan ada di tanganmu, Kupercayakan itu padamu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines