Cruel But Beautiful

Cruel But Beautiful

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 10, 2024
"Lihat kedepan sana, indahkan?" "Indah... Sungguh indah..." "Dunia ini memang kejam... Tapi coba lihat, indah juga, bukan?" Dunia memanglah kejam namun tidak selamanya kejam, terkadang juga begitu indah. Semuanya memiliki sisi baik dan buruk masing-masing terhadap dunia. Malak adalah gadis berusia tujuh belas tahun namun diusianya yang masih remaja sudah harus menghadapi kejamnya dunia bahkan dari keluarga terdekatnya sendiri. Tetapi tidak selamanya dunia harus kejam padanya, dunia juga memiliki sisi indahnya. Namun tidak akan ada yang tahu bagaimana takdir akan menentukan hidupnya tenang atau tidak?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja dan Jingga
  • ALYA (END)
  • Bangles Rater
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Faith in You : The Seeker
  • Daughter And World✅
  • THE CLIMB [Completed]
  • No Longer Mate

Senja itu indah, bukan? Dia terlihat menenangkan, damai, namun apa yg kita tahu lebih dari itu? Mungkin saja dia menyimpan emosi, dan kesedihan di dalamnya? Dan jingga, dia tak akan lepas dari senja. Senja dan Jingga yang ditakdirkan harus tetap bersama, saling melengkapi oleh semesta. Tanpa jingga, tidak akan ada yang namanya senja, dan tanpa senja, jingga pun tidak bermakna. Mereka akan sempurna saat bersama. Namun, ini bukanlah tentang senja berwarna jingga yang berada di atas langit sana--mereka hanyalah seorang kakak-adik yang saling melengkapi. Tentang Jingga--sang kakak yang harus menjadi tulang punggung keluarga, jadi ayah serta ibu untuk adiknya, dan harus tetap kuat disaat jiwa dan raganya sudah lelah. Semua itu hanya demi satu orang--adiknya. Senja. Senja terlahir tidak normal seperti anak-anak lainnya. Dia memiliki gangguan spektrum autisme hingga seringkali Jingga merasa cemas saat harus meninggalkan sang adik. Tak ada kerabat yang peduli, bahkan ayahnya pun lepas tangan, ia jarang sekali pulang. Kalaupun ia pulang, hanya untuk menuntut uang pada Jingga--untuk berjudi dan mabuk-mabukan. Di tengah kerasnya kehidupan Di tengah kejamnya dunia Akankah Jingga menemukan cahaya bersama Senja? Ataukah Jingga dan Senja akan tenggelam, hilang ditelan langit yang gelap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines