Kalih welas

Kalih welas

  • WpView
    Reads 488
  • WpVote
    Votes 248
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 24, 2024
Kami sekeluarga berduka atas kehilangan putri bungsu kami, Nala Nareswari Nawangkubimo. Tidak ada yang lebih kejam daripada perpisahan yang bukan direncakan oleh makhluk gaib yang kamu anggap sebagai pencipta semesta. Di dunia ini, kita diciptakan dengan tujuan untuk hidup dan bahagia sampai mati, jangan sia-siakan hidupmu dengan akhiran yang tak sampai pada kata 'akhir', pada dasarnya aku tidak tau mengapa ibu juga memilih untuk mengikuti jalan buruk tersebut, tetapi yang pasti beliau masih hidup di masa lalunya disaat Nala masih menjadi anaknya, temannya, sahabatnya. Aku minta maaf karena semuanya tak akan kunjung selesai, kita akan tetap berada di ambang keresahan tentang kejelasan dan akhir dari semua perjanjian bodoh ini. Aku berharap kamu tetap menjadi cahaya dimanapun kau berada Nala, meskipun disana akan dingin, pedih, dan tidak ada ice cream kesukaanmu. Tetapi, peganglah janjiku bahwa kamu akan selalu mengingat kami disini, wajarkanlah perasaan kami jika terkadang tidak iklhas atas kenyataan yang ada. Anggaplah kami semua tetap menjadi keluarga kecilmu meskipun kita berakhir dengan cara yang berbeda dan aku benci cara tersebut. Kami akan selalu mengenangmu Nala, jangan lupa bawa mama dalam pelukanmu. Mama terlalu sayang pada dirimu Na, kalian tenang di alam sana. Aku tahu kalian tidak bahagia, tetapi aku berharap semuanya baik-baik disana Papa, Cakra, Gian.
All Rights Reserved
#333
pensi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMORA
  • DIARY BUAT MAMA: Mama, ayah baik kok
  • Sebelum Tidur | end Season 1 |
  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • Ruby Kaesta V Or G  [TERBIT]
  • Apa Itu rumah (SUDAH TERBIT)
  • Javas Drexzer [END]
  • Rembulan Laut [TERBIT]
  • Ibu Susu untuk Bayi Gaib
  • Savero Archandra || Haechan || END
AMORA

[PROSES REVISI] Hidup adalah sebuah misteri, dan kematian adalah hal yang pasti. Semua yang datang akan pergi, dan semua yang bernyawa akan pasti mati. Kita tidak bisa memaksakan sesuatu yang menurut kita baik, dan kita tidak bisa menahan orang yang kita sayang untuk tetap bersama kita. Gue masih ingat sebuah pesan yang disampaikan Papa kepada gue. Bahwa apapun yang ada di dunia ini hanyalah semu. Dan apa yang kita miliki hanyalah titipan. Semua akan diambil perlahan oleh Sang Pemiliknya. Sejatinya hidup terus berjalan. Merelakan orang yang kita sayang untuk pergi dan menerima orang baru menggantikannya itu bukanlah hal yang mudah. Ada kalanya kita ditinggalkan. Dan ada saatnya kita harus meninggalkan. Terimakasih Tuhan. Engkau telah mempertemukan kami dengan seorang laki - laki baik dan mencintai kami dengan tulus. Novel ini, gue dedikasikan kepada seorang pria yang gue panggil Ayah dan untuk para Ayah sedunia..

More details
WpActionLinkContent Guidelines