ARANA [DENDAM YANG TERBALASKAN]

ARANA [DENDAM YANG TERBALASKAN]

  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 14, 2024
ARANA ROSSA PERMATA HADIRIA, yang biasa di panggil ARANA memiliki dendam kepada mantan pacar kakanya. Dia ingin membalaskan dendam kakaknya karna telah membuat sang kakak menderita. IRANA ROSEA PERMATA HADIRIA, memiliki trauma yang cukup besar karna ulah sang mantan pacar. Hampir mengakhiri hidupnya, untung saja sang adik datang tepat waktu untuk menyelamatkannya. ARANA yang memiliki sifat cuek kepada keluarganya, siapa sangka ternyata dia mempunyai tingkat kepedulian yang sangat tinggi kepada sang kakak. BIMA AKSARA mantan pacar IRANA yang hampir membuat IRANA bunuh diri karena ulahnya. "siapa pun yang berani menggangu kakakku, maka hidupnya tidak akan pernah tenang." Bima sekarang menyesal karena telah membuat IRANA hampir mengakhiri hidupnya. Mau tau Kisah kelanjutnya? Jangan lupa baca ARANA [DENDAM YANG TERBALASKAN]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saksi Diam
  • RAKA [Completed] ✓
  • TUANKU SUAMIKU
  • Inara
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Diary Anara
  • Asphodel ✓
  • ALGENTA
  • 𝐀𝐆𝐑𝐀𝐕𝐄𝐍

[PROSES ROMBAK] Ini tentang Aruna. Gadis muda yang belum benar-benar mengerti arti 'kehidupan' yang sebenarnya. Ia adalah seorang gadis tak bernoda yang terjebak diantara teka-teki kehidupan. Tak ada petunjuk, tak ada bantuan. Tak ada yang menyadarkannya, seolah semua bersepakat membiarkannya tersesat di dunia gelap tanpa cahaya ini. Kematian tetangga sekaligus teman jamuan-malam-malam neneknya menjadi awal mula semua peristiwa. Orang-orang, dokter dan suster berkata Nathalia terkena penyakit kanker mematikan. Tapi ucapan mereka berbeda seratus delapan puluh derajat dari surat keterangan dokter yang tak sengaja dilihat Aruna diatas meja rumah sakit. Dari sana, perlahan terror mulai menghantuinya. Kardus-kardus berisi buku dengan surat yang menuliskan kalimat-kalimat dengan inti yang sama dengan ancaman disetiap akhir paragrafnya. Tapi Aruna sudah lebih dulu memberitahu nenek dan ibunya. Semua sudah tahu. Tak ada lagi celah dari terduga 'penghilang nyawa' Nathalia. Semua sudah tahu dugaan itu, beberapa turut memojokkan pelaku yang terdeteksi, tapi beberapa juga mulai goyah. Semua sudah tahu. Tapi sungguh, tak ada satupun yang tahu kebenarannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines