Brynna Brandon

Brynna Brandon

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 12, 2023
Brynna Katherine siswi kutu buku cantik dan pintar yang berjuang agar tetap tak terlihat diantara gadis populer lainnya . Brynna dalam perjalanan pulang menuju kamar kos nya dari kerja paruh waktu di kafe , raganya lelah , ia berkali-kali memijat lengan dan bahunya , kafe begitu ramai pengunjung di akhir Minggu. Brynna memutuskan memotong jalan melewati gedung perkantoran tua yg tak terpakai , bulu kuduknya yg merinding tak menggoyahkan tekadnya agar cepat sampai. Smartwatch di tangannya menunjukan angka 23.45 , gadis berperawakan sekal itu mempercepat laju kakinya . Brakkk , arrrrhhhhhh . Terdengar suara benda keras terjatuh , di lanjut erangan seseorang , suara yg berasal dari beberapa meter di belokan terakhir depan Brynna . Brynna hampir terlonjak saat melihat seorang laki-laki tergeletak bersimbah darah . Wajahnya hampir tak terlihat krna darah bercucuran. Lengannya terdapat luka sayat yg mengalirkan darah segar . Seketika Brynna mendapat kekuatan dan keberanian untuk menolongnya . Dihampirinya laki-laki itu , Brynna menelpon ambulans. Sambil menunggu , Brynna melepas outernya untuk di ikatkan pada lengan laki-laki yg tak sadarkan diri itu , didekatkannya telinga Brynn pada dada dan hidung laki-laki itu , detaknya sangat samar , nafasnya pun sangat tipis , Brynna memutuskan memberi nafas buatan. "sial ciuman pertamaku harus kuberi pada laki-laki antah berantah berlumuran darah ini , thriller sekali genre hidupku" batinnya setelah laki-laki itu mulai membuka matanya , Brynna tertegun saat menyadari pria itu memakai seragam sekolahnya , dengan nametag di dada kanannya yg dihiasi noda darah . Brandon Gigas. Brandon Gigas adalah , Siswa urakan anak pemilik yayasan , Brandon sering hampir di keluarkan , namun karna jabatan orang tuanya Brandon tetap bisa bersekolah disana hingga tahun terakhirnya.
All Rights Reserved
#16
brandon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Name Is Erwinda
  • Dinding Sunyi
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • 𝗧𝘄𝗶𝗻𝘀 𝗨𝗻𝗶𝘃𝗲𝗿𝘀𝗲
  • ANANTHA
  • KEKASIH KECILKU [TAHAP REVISI]
  • Trust Me
  • AZELLO [END]
  • Misi Pelengkap (Tiga)
  • Become Baby Boy✓

"Ayah!" ujar gadis kecil dipelukan Danu. "Aku sayang, Ayah!" ucapnya lagi, dan kali ini Danu benar-benar terharu. Baru kali ini ia dipanggil dengan sebutan Ayah di umurnya yang hampir kepala tiga. Danu mempercepat langkahnya menuju puskesmas terdekat, mengingat gadis itu sudah banyak kehabisan darah, lemas. Saat tiba di depan gedung putih dengan papan nama 'Puskesmas' yang terpasang di bangunan itu, gadis kecil tersebut tidak sadarkan diri lagi hingga ditangani oleh Dokter yang datang dari kota. "Apa anda ayahnya?" tanya sang Dokter usai memeriksa keadaan gadis malang itu. "Hm, a--aku... Aku bukan ayahnya ataupun keluarganya." jawab Danu. "Keponakan saya menemukannya di hutan saat kami mencari kayu bakar!" sambungnya takut dikira penculik apalagi pembunuh oleh orang lain, sungguh ia tak sekejam itu. "Oh, baiklah ikut ke ruangan saya!" Dokter menjelaskan bahwa gadis yang ia temukan itu sekarang sudah membaik, ia sangat bersyukur Danu membawanya tepat waktu kalau tidak mungkin nyawanya sudah melayang. ____ "Aku Arin, namamu siapa?" tanya keponakan Danu pada gadis yang baru pertama kali ia bawa berkeliling semenjak gadis itu dirawat. Gadis itu hanya terdiam, karena sudah lama menunggu uluran tangannya diterima Arin segera menurunkannya. Gadis itu nampak bingung, yang ia ingat hanyalah ayah. Padahal yang ia panggil ayah bukanlah ayahnya, sungguh prihatin. "Erwinda, namamu Erwinda." ucap Danu membuat semua tercengang, termasuk Dani adiknya. "Istrimu, itukan nama istrimu," ujar Arum adik iparnya itu. "Ya, kurasa nama itu cocok untuknya!" senyum kini terlukis di wajah Danu, sebelumnya hanya ekspresi datar yang ia tunjukkan setelah kepergian Erwinda istrinya. Gadis Itupun ikut tersenyum, sepertinya ia menyukai nama yang diberikan kepadanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines