Fictophilia

Fictophilia

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 27, 2023
Aeleen Arshalouys dan Mavashxier Edzharliuz. Matahari dan bulan. Perempuan dan laki-laki. Apa lagi perbedaan mereka berdua? Ya... Nyata dan tidak nyata. . "Tidak tidak tidak tidak tidak tidaaakkk!!" . "Aku Aeleen! Bukan Agitha!!" . "Aku korbankan semuanya hanya untukmu. Entah untuk Aeleen atau Agitha. Kamu sangat berarti untukku." . Kejarlah kenyataan bukan delusi kalian hanya untuk semata-mata menyenangkan hati. Tapi untuk saat ini, biarlah hati kalian yang menang. Dan kejarlah punggung rapuh itu. Dekap seerat mungkin, katakan jika kalian membutuhkannya. Namun, jawaban mereka semua sama. "Aku hanya sebuah fiksi, maaf kan aku." Begitulah yang dirasakan seorang gadis berumur 18 tahun kurang 1 bulan itu. Dia Agitha, tak sengaja rohnya masuk ke dalam tubuh putri kerajaan bernama Aeleen. Pertemuannya dengan Pangeran Bulan menjadi awal kisahnya disini. Apakah dia bisa melanjutkan ceritanya sendiri tanpa bayangan sesosok yang ia cintai itu? Selamat datang dan selamat membaca cerita Agitha si gadis normal tanpa senggolan masalah di dalam hidupnya ini🪄🌻 ‼️DILARANG MENJIPLAK ALUR CERITA DAN TAK MEMPERSILAKAN SEORANG PLAGIAT MELANCARKAN AKSINYA‼️
All Rights Reserved
#451
cintasejati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Antagonis Kesayangan Ku! END ✔️
  • Exchange Souls With Villains
  • Psikopat Digital? [End]
  • Green Jewel [Selesai]
  • Figuran Menjadi Tunangan Protagonis
  • Painful By Accident (Completed)
  • Alden{On Going}
  • Cahaya [COMPLETED]

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines