"DIA SUAMI KU... " ingin seli ku teriakan kata itu pada perempuan- perempuan gatel yang sedang memperhatikan suamiku dengan tampang menjijikan
tapi... apalah daya ini yang harus menyembunyikan status ku dengan nya...
"apakah dia akan menjadi cinta sejati sekaligus suamiku?"
adalah apa yang aku pikirkan setelah menerima lamaran dadakannya malam itu, tapi semakin ku pikirkan semakin aku menjadi takut akan pernikahan.
sanggupkah aku menjalani perjalanan menuju kesucian cinta tersebut? walaupun jalan yang kulalui tidaklah selalu datar.