Zayyan sudah terbiasa hidup dalam diam, menjadi sasaran empuk perundungan di sudut-sudut sekolah yang gelap. Baginya, sekolah adalah penjara tanpa jeruji. Namun, segalanya berubah saat Sing, murid baru dengan tatapan tajam dan hoodie hitamnya, memilih untuk duduk di sampingnya. Di saat dunia mengabaikan Zayyan, Sing justru menjadi satu-satunya orang yang mampu mendengar nyanyian kesedihan di balik kacamata Zayyan.
More details