Jiraoro

Jiraoro

  • WpView
    Reads 5,672
  • WpVote
    Votes 323
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 4, 2024
Jiraya yang harus merantau karna misi dan untuk menelusuri hal hal yang tersisa untuk di selediki Jiraya terakhir kali bertemu dengan Orochimaru (istrinya) sudah beberapa tahun lalu, waktu Orochimaru sedang hamil dengan usia janin 1 bulan Mereka di berkahi anak laki laki bernama mitsuki Jiraya belum tau siapa nama anaknya sudah umur berapa bagaimana kabarnya Jika boleh jujur mitsuki kangen ayahnya dia hanya melihat foto jiraya (ayahnya) dan mendengar bahwa ayahnya adalah senin legendaris, sama hal nya dengan Orochimaru dia kangen dengan suaminya (jiraya) "Jiraya kapan kau akan pulang..., aku kangen kamu" "Mitsuki kangen Tou-san hiks hiks"
All Rights Reserved
#23
itakyuu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naruto : See The Future
  • Naruto : The Next Reincarnation
  • Kebangkitan Kembali (End)
  • [End]Intertwined Destiny || Shinazugawa Sanemi || Kimetsu No Yaiba
  • Legacy Beyond Fate (Shikamaru x Sakura)
  • "Janji Seumur Hidup"
  • One Roof [BORUSARA]
  • MY MOMMYSITTER ||SASUNARU|| END
  • Existence Manipulation
  • Children of the Sixth Hokage

Update Di Usahakan Setiap Hari "Tuan Hokage! Maksudmu, perjalanan waktu?" Minato menatap lelaki tua itu dengan heran di matanya yang berbinar, membuat Jiraiya kecewa. "Aku lupa betapa nerd anak ini." "Itulah satu-satunya penjelasan yang bisa saya berikan kepada Anda saat ini, dengan apa yang telah dijelaskan oleh shinobi, dia dipindahkan ke sini menjelang akhir Perang Ninja Besar Keempat." Tsunade memucat, "F-keempat? Kita masih di urutan ketiga!" Hiruzen bersenandung mengakui, "Saya tahu ini sulit untuk dipahami, itulah sebabnya saya memanggil shinobi yang bersangkutan untuk maju." "Kau boleh masuk, Naruto." Pintu ruang bawah tanah terbuka dan masih memar dan babak belur remaja pirang melenggang ke dalam ruangan. Mata safir mengamati ruangan, emosi menari-nari di sekitar bola saat dia melihat penghuni ruangan. Dia mengenakan jubah rumah sakit putih, satu lengannya tertiup angin kecil yang dipancarkan dari ventilasi di atas kepala, "Hei, Nak." Naruto menatap Tsunade, "Nenek Tsunade!" Dia berseri-seri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines