RUANG WAKTU

RUANG WAKTU

  • WpView
    Reads 170
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 14, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Di antara bisikan hujan dan harum lembaran tua, La'Luna Eleanor menemukan sebuah buku-bukan sembarang kisah, melainkan cerita yang mengundangnya masuk, menelannya bulat-bulat ke dalam dunia lain. Dunia yang tak pernah ia kenal... namun entah mengapa terasa begitu dekat. Di balik kata-kata yang janggal, tersembunyi sebuah dunia megah, tempat ia menjelma menjadi sosok yang sama, namun berbeda: La'Luna Alethea-seorang putri agung yang berwibawa, sedangkan dirinya hanyalah gadis biasa yang ceroboh dan konyol, namun menyimpan kebijaksanaan yang tak disadarinya sendiri. Kini, ia hanya diberi seratus hari-seratus fajar dan senja-untuk mengurai misteri dalam kisah yang belum rampung. Setiap langkahnya adalah teka-teki. Setiap napasnya, pertaruhan antara dua dunia. Namun segalanya mulai berubah saat ia menatap mata seorang pangeran... dan hatinya mulai goyah. Apakah ia datang untuk menyelamatkan cerita-atau justru tersesat di dalamnya? Sebab kadang, buku tak hanya ditulis untuk dibaca, tapi untuk dihidupi. Dan mungkin, takdir tak datang lewat garis tangan-melainkan lewat halaman yang tak sengaja terbuka. - a story by myhiezex
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lentera Lily
  • I'm More Than Just A Princess
  • THE SECOND ENDING [END]
  • "Silent Bonds"
  • Queen of Emperor [OPEN P.O]
  • Lulu
  • SALARYN KINGDOM : Bridge Of Destiny [END]
  • Elementum
  • Garis Singgung Dua Dimensi

"Saat bernyanyi suaraku berubah menjadi suara katak." "Apa?!" Semua bermula ketika seorang kakek tua tiba-tiba saja memberikan sebuah lentera usang pada Lily. Namun siapa sangka jika lentera itulah yang akan merubah hidupnya nanti? Malam itu lentera miliknya tiba-tiba menyala, entah datang dari mana tapi puluhan kunang-kunang lah yang membuat lenteranya bercahaya. Saat itulah Lily menyadari hukumannya telah dimulai, ia harus menghilangkan gejala aneh yang mulai muncul pada orang-orang di sekitarnya, dengan bantuan kunang-kunang yang ia temui di gudang sekolah. "Memangnya aku dokter?" Hukuman itu adalah misi yang tampaknya mustahil, selain menyembuhkan penyakit hati orang lain, Lily harus belajar mengesampingkan kebenciannya dan mulai mengerti makna kepedulian yang sebenarnya, sambil berusaha agar tidak melanggar aturan yang membuat mulutnya terkunci. Namun mencari akar masalahnya saja tidak cukup, Lily juga harus menemukan obat penawar untuk mereka. Di tengah tantangan ini, Lily menemukan bahwa rahasia masa lalu dan rasa bersalah yang dipendam menjadi kunci untuk menyelesaikan misinya. Dengan begitu tugasnya selesai. Penasaran dengan ceritanya? Yuk, baca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines