Di usianya yang sudah kepala tiga dan siap menikah, Maya justru mendapat kabar mengejutkan bahwa adiknya, Zahra, tengah mengandung. Sialnya, di saat keluarganya di ambang kehancuran dan gonjang-ganjing, Maya terpaksa harus menelan pil pahit karena lelaki yang telah menghamili Zahra adalah Ilham, kekasih Maya sendiri.
Kecewa, tentu saja. Putus asa, jangan ditanya.
Antara hidup dan mati, Maya mencoba bangkit menata hidupnya kembali. Hingga akhirnya dia bertemu dengan Opa Joshua, seorang lansia di panti jompo tempatnya bekerja. Yang memberinya makna baru dalam melihat dunia. Yang secara tidak sengaja mempertemukan Maya dengan Johan, pria dewasa yang membangun kembali mimpi di hatinya.
Habiba dan Ghaza sudah menjalani pernikahan hampir setahun kala sebuah rahasia yang disembunyikan sang suami terkuak.
Meski Ghaza tampak dingin padanya, perhatian Ghaza yang kadang tak terbaca sukses membuat Habiba jatuh hati. Ia seakan tak menyadari keacuhan Ghaza terhadapnya.
Sampai kemudian, Ghaza yang baginya seperti buku tak terduga, sungguh mengejutkannya dengan halaman hidupnya selanjutnya.
Kediaman Ghaza terhadapnya selama ini ternyata bukan tanpa sebab. Ghaza hanya menjadi pria dingin padanya. Karena kala itu, ia menyaksikan sang suami tertawa begitu lepas dengan seorang perempuan.
Perempuan yang ia kenali dan pernah keluar bersama sang suami di rumahnya sendiri. Belum lagi pengakuan Ghaza yang hanya menganggapnya sebagai bayang-bayang.
"Menyakitkan rasanya dikhianati dalam istana sendiri." -Habiba
"Aku memilihmu karena aku mencintainya." -Ghaza