Kemalangan membuat sosok Hazu yang ceria dan lembut, berubah menjadi wanita dingin yang penuh dendam.
Hazura akan memikirkan segala cara agar balas dendamnya terselesaikan. Dan Hazura bertekad bahwa tidak akan ada lagi cinta dalam hidupnya.
"Cinta pertamaku adalah luka yang bahkan tak bisa kusembuhkan. Lantas kau datang tiba-tiba dan menyuruhku menjadi kekasihmu? Kau pikir itu masuk akal?"
"Bukankah kau mau balas dendam? Kau seorang wanita dan lemah. Tak akan semudah itu. Katakan 'iya', dan aku akan membantumu."
"Baiklah. Ayo kita bunuh semuanya."
50 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
50 Kapitel
Abgeschlossene Geschichte
Erwachseneninhalt
Adeev tersenyum sinis dan mengangkat kakinya. Adeev menginjak luka di pundak laki-laki itu dan menekannya. Suara teriakan kesakitan menggema di kamar hotel.
"Dulu mungkin aku terlalu bodoh untuk tidak langsung membunuhnya. Aku juga terlalu baik untuk tidak langsung menembak kepalanya. Tapi apakah kau tahu, karena dia dan dirimu aku menjadi sadar bahwa tidak seharusnya ada belas kasihan untuk siapapun."
Laki-laki itu memegang kaki Adeev berusaha mendorong agar tidak menginjak pundaknya. Tapi Adeev justru semakin menekan luka itu.
"Dee, apa yang kau lakukan!!"
Adeev melepaskan luka tembak laki-laki itu dari injakan kakinya. Dan menatap Exell dalam-dalam tapi tidak lama kemudian para pasukan tim blacklion ikut masuk dan langsung mengamankan kamar hotel itu. Sedangkan ketua tim berlari dan memeriksa keadaan laki-laki itu. Saat tahu target mereka sudah tak sadarkan diri dengan bersimbah darah dan luka tembak. Dia bangkit dan langsung menodongkan pistol ke arah Adeev.
-----------------------------------------------
"Ketika cinta harus kalah oleh dendam.
Dan ketika dendam harus kalah oleh ketulusan. Saat kau harus mati-matian bangkit dari keterpurukan yang begitu dalam. Berusaha membangun tembok tinggi untuk melindungi dirimu. Menancapkan dendam pada hatimu sendiri agar membalaskan semua sakit yang kau rasakan, tapi tembok itu perlahan menjadi rapuh saat kau sadar dia tak pantas merasakan sakit yang pernah kau rasakan."