Regret
  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 28, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
masa lalu yang menimbulkan trauma bagi siapapun yang mengalami kejadian tak menyenangkan. memaafkan, ikhlas, lalu berpura-pura untuk terlihat baik-baik saja. "jangan pernah sekalipun lo berani menampakkan diri lo lagi dihadapan gue, bahkan ngeliat lo ada di depan gue sekarang aja rasannya gue gak sudi"naka. "gue tau lo sama kaluna masih kecewa sama keluarga gue, gue yang bahkan saat itu belum tau apa-apa selalu berusaha buat dapet maaf dari lo dan juga keluarga lo, terlebih adek lo. apa semua yang udah gue lakuin ini masih belum cukup buat lo bang?" shaka. "bang, aku udah bisa maafin mereka. aku harap abang juga, shaka gak kayak yang abang pikirin selama ini, plis denger dan percaya sama aku kali ini" kaluna.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RANNA
  • Good Liar
  • Bukan Kita D.A.N
  • Kamu Bukan Untukku [TAMAT/REVISI]
  • Aku, Luka Dan Lupa
  • Alena Story (END)
  • Meeting First Love
  • Syerli And The Wounds That Never End
  • My favorite person
  • ZIVANA(ON GOING)√
RANNA

Tidak semua hal yang berawal indah berakhir dengan indah. Tidak semua hal yang manis akan selamanya manis. Tidak semua hal yang selalu ada akan tetap begitu, apakah kamu juga begitu? Tidak semua kisah cinta di penuhi dengan cinta. Tidak semua ketulusan di balas dengan semestinya. Tidak semua orang mengerti itu, apakah itu kamu? Inilah kisahnya, Ketulusannya di ambil dari keikhlasannya. Cintanya di ambil dari pembuktiannya. Apapun akhir kisahnya nanti, setidaknya kita pernah berada dalam alur yang sama meski dalam peran yang berbeda. Akkhirnya, perjalanan panjang ini sudah menemukan tujuannya. Meski pada akhirnya, kita tiba di pelabuhan yang berbeda. Sepertinya, ada yang salah dalam perjalanan kita kemarin. Bukan kita, lebih tepatnya aku dan kamu. Aku yang pernah mencintaimu sampai sehabis-habisnya, dan kamu yang menghabiskan cintaku sampai hilang tak bersisa. Terimakasih pernah menjadi salah satu bagian terpenting dalam kehidupan ini. Aku akan mengenangmu sebagai orang yang pernah sangat aku cintai. Aku akan mengingat segalanya tanpa ada yang terlewatkan, bahkan sampai semua itu bosan untuk hinggap di ingatanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines