غلاف قصة EXISTENTIAL  بقلم Yoppiwa
EXISTENTIAL
  • WpView
    مقروء 124
  • WpVote
    صوت 23
  • WpPart
    فصول 2
  • WpView
    مقروء 124
  • WpVote
    صوت 23
  • WpPart
    فصول 2
مستمرّة، تم نشرها في ديسـ ١٥, ٢٠٢٣
Sudahkah dirimu bereksistensi? Atau cara beradamu cenderung hanyut dalam rupa-rupa arus pemahaman dari luar dirimu?

Bagi makhluk berakal, eksistensi seharusnya bukan sekadar "ada", melainkan sebuah proses untuk merealisasikan individu yang autentik serta memiliki prinsip dan kehendak pribadi dari dalam dirinya.

Gerak perjalanan menuju eksistensi sejati dibagi menjadi tiga tahap, yakni estetis, etis, dan religius. Masing-masing tahap mewakili setiap cerita yang saling berkesinambungan: The Stage, Alpha Woman, dan Nabi Perang.

Harap membaca semua bagian cerita agar tidak tersesat.

"Seorang individu yang menyatakan telosnya dalam universal, dan secara terus-menerus mengekspresikan kewajiban etis di dalamnya, maka ia menghapus partikularitasnya untuk menjadi yang universal. Sehingga apabila individu tersebut menegaskan dirinya dalam partikularitasnya, ia dinyatakan bersalah karena melawan universalitas, dan hanya dengan mengakui yang universallah baru ia dapat mendamaikan kembali dirinya sendiri dengan yang universal itu." - Johannes de Silentio & Anti-Climacus (Fear and Trembling and The Sickness Unto Death)
جميع الحقوق محفوظة
قم بالتسجيل كي تُضيف EXISTENTIAL إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
Sincerely (Sung Jinwoo x M. Reader) بقلم Ceenaryn
68 أجزاء مستمرّة
Ia bangkit kembali dalam tubuh berbeda setelah kematian yang menyakitkan. Seolah diberikan kesempatan untuk melakukan apapun yang ia inginkan, perintah yang didapatkannya saat terbangun adalah untuk tetap hidup bagaimana pun caranya. Hanya saja yang menjadi kekesalannya yaitu, dunia tempat ia tinggal sekarang merupakan dunia gila dimana hunter dan dungeon menjadi salah satu bagiannya. Dunia dimana manusia bergantung pada suatu kekuatan magis untuk bertahan dari serangan monster yang mengancam nyawa. Tapi, ternyata ancaman kehidupannya bukan hanya itu. Sebuah pengaturan lain entah bagaimana tiba-tiba saja turut berlaku. Mereka menyebutnya dengan second gender. Dan parahnya, tubuh yang kini ditempatinya merupakan seorang pemuda dengan second gender paling rendah dan lemah, Omega. . . . "Kesialan ku datang berturut-turut semenjak aku merasuki tubuh tidak berguna ini." "Saya baru tahu jika di apartemen ini ada seorang mage tingkat tinggi." "Mau jadi kekasih ku?" "Hubungan kita hanya sebatas berbagi keuntungan, tetapi kenapa perasaan ini tumbuh begitu cepat?" "Keuntungan kah? Nampaknya kau lebih dari itu." . . . Note: 1. Cerita fanfiksi karangan semata. 2. Alur tidak akan sepenuhnya mengikuti anime. 3. Terkecuali MC, semua tokoh yang ada di sini adalah milik Chu-Gong, saya hanya meminjam. 4. Seperti biasa MC saya buat UKE. 5. BxB area, jadi kalau yang tidak suka skip! 5. Segala picture dan video yang ada di cerita ini berasal dari pinterest dan beberapa situs online lainnya.
Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua بقلم orangpendiam
23 أجزاء مستمرّة
Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.
The White Room بقلم YonnTheVoldigoad
25 أجزاء مستمرّة
Di dunia lama, Alvar Renhardt adalah seorang jenius yang keberadaannya mengancam sistem global. Ia tahu terlalu banyak, memahami terlalu dalam, dan melihat celah dalam struktur masyarakat seperti dewa yang mengamati permainan semesta. Tapi kejeniusannya menjadi momok bagi dunia yang ingin stabil. Suatu malam, ia dibunuh oleh kekuatan yang takut padanya-namun kematian bukanlah akhir. Alvar terbangun di ruang putih tak terbatas, dunia hampa tanpa batasan, hukum, atau eksistensi lain. Dalam keheningan abadi itu, ia dihadapkan pada tantangan tertinggi: menciptakan dunia dari nol hanya dengan pikirannya. Tanpa Tuhan, tanpa panduan, ia menjadi arsitek semesta-menciptakan konsep kehidupan, kematian, sihir, waktu, bahkan takdir. Setelah membangun dunia dengan hukum dan misterinya sendiri, Alvar memasukkan dirinya ke dalam sistem yang ia ciptakan-bereinkarnasi sebagai seorang bayi biasa bernama Cael Invarion. Di dunia baru ini, ia menyembunyikan kehebatannya di balik wajah anak biasa, menyerap pengalaman, mengamati, dan perlahan menyiapkan dirinya untuk mengungkap rahasia ciptaannya sendiri. Namun dunia yang ia bangun tidak sempurna. Terdapat anomali, entitas yang tidak pernah ia rancang, dan takdir-takdir liar yang berbelok dari jalur yang ia tetapkan. Dunia mulai menunjukkan kehendaknya sendiri. Kini, sebagai Cael, ia harus menyusuri jalur yang ia rancang sendiri, menghadapi hasil dari keputusan-keputusannya sebagai pencipta, dan berjuang bukan hanya untuk bertahan, tapi untuk menjawab satu pertanyaan besar: Masihkah ia mengendalikan dunia ini-atau dunia yang telah mengambil alih dirinya?