EXISTENTIAL

EXISTENTIAL

  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 17, 2023
Sudahkah dirimu bereksistensi? Atau cara beradamu cenderung hanyut dalam rupa-rupa arus pemahaman dari luar dirimu? Bagi makhluk berakal, eksistensi seharusnya bukan sekadar "ada", melainkan sebuah proses untuk merealisasikan individu yang autentik serta memiliki prinsip dan kehendak pribadi dari dalam dirinya. Gerak perjalanan menuju eksistensi sejati dibagi menjadi tiga tahap, yakni estetis, etis, dan religius. Masing-masing tahap mewakili setiap cerita yang saling berkesinambungan: The Stage, Alpha Woman, dan Nabi Perang. Harap membaca semua bagian cerita agar tidak tersesat. "Seorang individu yang menyatakan telosnya dalam universal, dan secara terus-menerus mengekspresikan kewajiban etis di dalamnya, maka ia menghapus partikularitasnya untuk menjadi yang universal. Sehingga apabila individu tersebut menegaskan dirinya dalam partikularitasnya, ia dinyatakan bersalah karena melawan universalitas, dan hanya dengan mengakui yang universallah baru ia dapat mendamaikan kembali dirinya sendiri dengan yang universal itu." - Johannes de Silentio & Anti-Climacus (Fear and Trembling and The Sickness Unto Death)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MAREAPADA [Revision]
  • Ruler's Bond
  • Breakdown The Grim's Laws
  • Corrupted Soul
  • Menentukan Takdir Antagonis
  • The Dark Side(END)
  • THE UNCHOSEN
  • The White Room
  • Meneroka Jiwa 2
  • ELEGI ETERNA

Mareapada The Secret of The Universe. Ketika semuanya telah hancur dan terlambat. Hanya keluarganya yang bertahan, dan terlambat menyelamatkan perempuannya. "Aku saja yang dihukum, mengapa harus dia juga?" Mereka melindungi sekaligus menghancurkan. Memang seharusnya karma menyertai keduanya. Kembali kepelukan. Namun, dunia yang berbeda untuknya membuat Arte Daimon memanfaatkan anak sulung pengusaha terbesar yang sudah berdiri berpuluh-puluh tahun dan terus beregenerasi, yang diketahui manusia. Mungkin, ini keserakahan yang dapat dimaklumi. "Apapun untuk kebahagiannya, waktunya terlalu singkat untuk hidup. Kalau dia mampu menembak jantungku, aku ingin mati secepatnya, bersamanya, berulang kali." Asgar mengulangi lagi ucapannya, "kak, apa yang mami lakukan sampai kita dapat hukuman? Apa yang kamu lakukan dengan semua pecahan kaca ini?." Achilles hanya menggeleng dan menjawab. "Asgar, hiduplah seperti yang kamu mau saja, jangan pedulikan aku. Berbahagialah!" Laki-laki bersaudara itu hanya saling menguatkan, dan bertindak semaunya demi keinginannya tercapai. "Demi Arte, 'kan?" 2025©AISA

More details
WpActionLinkContent Guidelines