Renjana

Renjana

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 17, 2024
"kamu tuh bodoh banget! masa masuk sekolah negri aja ga sanggup!" "ya jangan samain lah bang, jaman abang mah ambil negeri tuh gampang" "ALASAN AJA!! emang kamu nya aja goblok, makanya kalo di suruh belajar ya belajar" "ASAL ABANG TAU YA, ADEK JUGA GAMAU MASUK SWASTA! EMANG ABANG PIKIR ADEK GA PUNYA SEKOLAH IMPIAN?" emosi ku meledak air mata ku mulai bercucuran sungguh memangnya anak mana yang tidak punya impian? "abang sama ayah jangan samain adek sama yang lain terus, adek tau kemampuan adek dimana, gaperlu setir hidup adek terus menerus, kalo di suruh pilih lebih baik jadi gelandangan atau mati sekalian dari pada kaya gini" semenjak kematian ibu semua berubah, kalian berubah, janji kalian tidak ada yang terwujud, semuanya ingkar, kalian jahat. satu satu kalian pergi ninggalin adek sendiri. hai, aku renjana dan ini. adalah kisah ku
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika Nanti Aku Kembali
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Eliinaa
  • GEVRONZ
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • LENATHAN (hiatus)
  • Constellations From The Room
  • ARKAN |END| Belum Revisi

"Aku tidak pernah tahu, alasan apa yang benar-benar membuat seseorang memutuskan untuk pergi. Dan aku memang tidak mau mencampurinya. Tapi aku belajar suatu hal. Apapun alasannya, pergi ataupun kembali tetap menyisakan perpisahan dalam hati." -Aca- "Makasih Dai udah ngasih pembelajaran penting dan nolongin aku di novel bayangan. Maaf karena aku udah lancang ketemu sama ayah kamu. Aku harap suatu hari nanti kamu mau menerima ayah kandung kamu. Makasih udah jadi putri dari sahabat ayahku. Makasih udah mau bertahan dengan sikapku. Kini akhirnya kita bisa kembali ke dunia nyata. Meski aku udah nggak punya ayah-ibu lagi, setidaknya aku masih bisa punya ayah kamu, yang sekarang jadi tempat curhat aku meski dalam tahanan. Semoga suatu hari nanti kamu bisa ngerti perasaan aku yang sebenarnya." -Andrian Wicaksana- "Makasih An, karena kamu udah buat aku ngerubah pandanganku terhadap ayah kandungku. Tapi maaf , karena sampai saat ini aku masih berusaha buat nerima ayahku sendiri. Suatu saat nanti jika aku udah siap, orang kedua yang aku ajak adalah kamu. Kenapa? Karena orang pertama yang aku ajak adalah diri aku sendiri. Semoga kedepannya hubungan ini bukan hanya sekedar ikatan bohongan." -Daika-

More details
WpActionLinkContent Guidelines