The Imposibility yang artinya ketidak mungkinan. Cerita ini menceritakan sepasang remaja yang baru saja merasakan jatuh cinta yang sangat dalam. Namun di balik semua itu mereka tidak akan bisa di persatukan karena adanya perbedaan yang sangat jauh. Tembok yang menghalangi mereka begitu tinggi.
•°•°•°•°•°♡•°•°•°•°•°
Setelah perdebatan dengan ibunya dan sudah berpikir matang matang, Azara menemui Jevian untuk menjelaskan semuanya.
'Kak Jev maaf' batinnya sembari menunggu jevian di taman dengan perasaan yang tak karuan.
"Zara" panggil seseorang dari arah belakang. "Maaf ya nunggu lama tadi aku abis di suruh Ayah dulu sebentar " jelas Jevian.
"KakJev, kita udahan ajaa ya, setelah aku pikir-pikir lagi percuma kita ngelanjutin hubungan kita" celetuk Azara dengan berat hati ia tak sanggup menahan air matanya.
"Tapi kita bisa jalanin aja dulu Ra, aku gamau kita udahan" Jevian berusaha menjelaskan dan membujuk Azara agar hubungan mereka tidak berakhir.
"Udah ya kak, aku juga bingung. Tapi aku juga harus ikutin apa kata orang tua aku. Kita emang gak bakal bisa nyatu sebelum salah satu dari kita yang mengalah."
"Temboknya tinggi banget buat digapai kak" Azara mulai runtuh lemas menangis sesenggukan.
(SELESAI)
"Lo itu rumah gue, mau gimanapun keadaannya, gue akan kembali ke lo dan seperti janji yang kita buat, jangan sampai ada kata putus diantara kita." Tadinya gue berpikir begitu, tentang hubungan gue dan Mirah, tapi sepertinya nggak akan semudah itu untuk kembali padanya dan menjadikannya sebuah rumah bagi gue.
- Juna
"Pulanglah ke gue setiap kali lo merasa dunia luar terlalu kejam ke lo. Gue berharap tujuh tahun yang kita lewati bisa jadi pondasi untuk hubungan kita selanjutnya." Nyatanya lo yang kejam ke gue dan gue nggak tau sanggup jadi rumah lo lagi atau nggak.
- Mirah
"Bagi gue mencintai lo dari jauh sudah lebih dari cukup, bagaimanapun itu juga cinta tetap cinta, kan?" awalnya gue pikir begitu, gue ikhlas dan rela menatap lo dari jauh, nyatanya setelah bertemu dengan lo dari dekat dan mengenal lo lebih jauh, sekedar melihat dari jauh nggak cukup untuk gue.
- Diran
"Gue nggak pernah percaya soal cinta pada pandangan pertama, karena gue pernah bertahan bertahun-tahun dengan seseorang, nyatanya dia pergi juga dari gue bahkan setelah gue memberikan segalanya untuknya. Nggak ada jaminan apapun dalam membangun sebuah hubungan." tapi setelah bertemu dengan dia, gue malah jatuh cinta pada pandangan pertama.
- Iris
"Lo itu menyebalkan, baru kali ini gue ketemu manusia yang gengsinya kebangetan kayak lo, keras kepala dan pengin menang sendiri, namun anehnya gue nggak membenci lo, gue malah jatuh cinta dan ingin menjaga lo seterusnya." harusnya gue bilang begitu langsung ke lo, nyatanya kalimat barusan hanya bisa gue ucapkan di dalam hati.
- Nares
"Tugas seorang adik adalah mendukung setiap keputusan yang dibuat oleh kakaknya, maka gue pun akan mendukung apapun yang lo inginkan, termasuk jika lo ingin bersamanya, karena gue adik lo." seandainya perasaan gue seikhlas dan selegowo itu untuk menerima keadaan serta kenyataan yang dibuat Tuhan untuk kita, gue nggak akan menangis di tengah hujan salju seperti ini.
- Aruna