We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
NAZRES

NAZRES

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 18, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Papa, Zera ngak suka dilindungi laki-laki lain kecuali papa yang lindungi Zera!" "Zera, papa ngak bisa selamanya berada di dekat kamu! Coba dengerin papa sekali ini aja ?" **** Dia Nazeera. Gadis manja sekaligus anak tunggal dari keluarganya. Seorang ahli perang besar di dalam sebuah perkumpulan Wanita the Gang Flowers. Yang ternyata dilimpahkan dari segi kebaikan yang tiada Tara. Dimanjakan seperti seorang anak pada umumnya. Satu-satunya pemegang tahta keluarga. Harapan terakhir yang sangat dipentingkan dalam kekuasaan harta. Yang harus membelokkan jalan kehidupan dari permintaan sang ayah yang telah tiada. Membenci dan tidak menyukai keluarga Wijaya. Karena Putra pertama mereka akan berjanji menjaga dirinya. Tidak! Seorang Nazeera tidak akan pernah ingin dilindungi seorang laki-laki manapun itu! Sebab Nazeera bukan gadis lemah yang selalu ia perlihatkan di mata keluarga. Soal putra pertama Keluarga Wijaya seorang CEO Muda yang menjadikan sang ayah memilih laki-laki itu untuk mendampingi seorang putri seumur hidupnya. Yaitu RESKI ADINGGA WIJAYA. Yang harus menerima kenyataan dari siklus kehidupan keluarga bermartabat. Publis : 15 Februari 2024
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • Arga ; Repihan Rasa TAMAT (sekuel Arga; Pusaran Sesal
  • ALZEA
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • EPIPHANY
  • Dear Izora
  • WAITING YOU  [ Hiatus ]
  • ZEYA
  • Paradise

Menceritakan tentang satu keluarga yang begitu harmonis. "Lala tidak suka suara berisik Wira, menganggu." ucap seorang gadis kecil yang masih berusia tujuh tahun, Nada bicara nya biasa saja tetapi menusuk "Wira kan tidak bisu, Kalau Lala tidak suka keributan ya pergi saja sana!" jawab seorang anak laki-laki yang seusia dengan Lala. mereka kembar, tentu saja. "Berantem terus sih, Lala jangan begitu ya. Wira juga, saling maaf-maafan dulu" ucap ibunda- Sabila lula- mencoba menengahi pertengahan kedua bocah di hadapannya. tetapi Lala malah menaruh kedua tangan nya di depan dada dengan bibir maju beberapa centi "Kalau gamau maaf-maafan, Ayah engga mau beliin alat-alat lukis dan mainan buat kalian lagi." Ucap ayahanda- Jack Bert Wijaya- terdengar serius. Si kembar lantas saling pandang, dan yang pertama mengulurkan tangan adalah Wira. karena bocah itu takut sekali jika tidak di belikan mainan, menurutnya mainan itu separuh hidup nya. "Nah, begitu kan enak dilihat" Sabila dan Jack kompak tersenyum melihat kedua anak nya kembali akrab dan suasana terasa hangat. ⚠️LANJUTAN CERITA 'JATUH CINTA' ⚠️ Usahain baca cerita 'Jatuh Cinta' lebih dulu ya, tapi kalau engga mau juga ga masalah karena di cerita ini komplit. Tapi usahain yaa.. itung-itung bantu ramein cerita itu, hehe

More details
WpActionLinkContent Guidelines