Titip
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 16, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Rania hanyalah seorang gadis biasa yang kebetulan bisa mendapatkan sahabat dan kakak terbaik yang ada di dunia. Tapi kebahagiaan yang ada nyatanya tak selamanya ada. Nur, kakak kesayangannya meninggal karena sakit yang tak bisa disembuhkan. Dibalik duka yang membuat tawanya menghilang selama beberapa lama, seorang lelaki tiba-tiba datang ke hadapannya. "Nur bilang, dia titipin kamu ke aku" Itulah pertemuan pertama Rania dengan seorang lelaki bernama Reyhan.
All Rights Reserved
#244
rantau
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Meraih Cinta Suamiku
  • Aku Kau Dan Kenangan
  • love stories (Completed)
  • RUNTUH (Tamat)
  • Stay Friends [Selesai]
  • KALANA
  • SELAMAT DATANG UNTUK SELAMAT TINGGAL (COMPLETE)
  • Bersemi Di Ujung Perpisahan
  • Our Euria
  • Angkasa Membenci Hujan (Masih Lengkap-END)

Menikah karena dijodohkan dengan seorang yang dari segala sisi sempurna Arina mengira jika dirinya akan bahagia bersama dengan pilihan orangtuanya, tapi rupanya hidup tidak berjalan seperti yang Arina inginkan. Sadewa Natareja, pria yang masuk ke dalam jajaran anggota dewan rakyat paling muda ini nyatanya tidak bisa menjadikan Arina sebagai seorang istri yang seutuhnya. Pengorbanan Arina menerimanya yang berstatus duda dan merawat anaknya yang berusia kurang dari satu tahun nyatanya tidak bisa membuat Dewa mencintai Arina seperti dirinya mencintai istri pertamanya, Husna. Dimata Dewa, Arina tidak lebih dari seorang wanita yang dipilihkan ibunya untuk menjadi teman dibawah atap yang sama dan sosok yang menjadi ibu untuk putra kesayangannya sebaik apapun Arina berusaha menjadi istri yang baik untuknya. Semua hal yang dilakukan Arina serasa tidak berarti sama sekali sampai akhirnya Arina lelah sendiri, meraih cinta suaminya nyatanya hal yang mustahil bagi Arina. Perlahan, Arina menjauh membangun benteng tinggi yang membuat Dewa tersadar betapa seharusnya dia bersyukur memiliki Arina dalam hidupnya. Sayangnya, semuanya sudah terlambat. "Mas Dewa, aku capek."

More details
WpActionLinkContent Guidelines