Story cover for Fake [Slow Update] by caelumhere
Fake [Slow Update]
  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Dec 16, 2023
Carel tumbuh dalam sebuah kepalsuan yang diciptakan oleh keluarganya yang semata-mata untuk melindunginya. Hidup dalam kekangan kakeknya membuat Carel terkadang takut menghadapi dunia luar.

Seiring berjalannya waktu, Carel mulai terbiasa. Ia menikmatinya sebab orang-orang disekitarnya ada untuk mendukungnya, juga melindunginya.

Carel memang menyimpan dendam, tapi untuk membalas mereka, rasanya Carel takut. Ia tidak ingin kehilangan lagi, cukup orang tuanya yang pergi. Carel tidak ingin orang-orang terkasihnya akan menjadi korban dari dendamnya.
All Rights Reserved
Sign up to add Fake [Slow Update] to your library and receive updates
or
#15slowromance
Content Guidelines
You may also like
Langit Yang Retak, Tak Selalu Hujan by BunLor
21 parts Complete
Kalara adalah kisah seorang perempuan yang tumbuh di tengah luka, rindu, kehilangan, dan kenyataan yang tak selalu bisa dipeluk dengan logika. Sejak kecil, Kalara terbiasa menekan perasaan dan menyembunyikan tangis. Ia hidup dalam bayang-bayang keluarga yang dingin, cinta yang tak utuh, dan suara-suara dalam dirinya sendiri yang terus bertanya: Apakah aku pantas untuk bahagia? Perjalanan Kalara bukan tentang menemukan seseorang yang menyelamatkannya, tapi tentang keberaniannya untuk menyelamatkan diri sendiri. Di setiap bab, ia jatuh, terluka, dan mencoba bangkit-bukan dengan cepat, tapi dengan jujur. Ia bertemu dengan sosok-sosok yang mengguncang jiwanya, menghadapi masa lalu yang menyakitkan, hingga pada akhirnya ia memilih untuk duduk bersama lukanya, mengenalinya, dan perlahan merawatnya. Dari ruang-ruang gelap dalam dirinya, Kalara mulai belajar bahwa pulang bukan selalu tentang tempat-tapi tentang berani tinggal di dalam tubuh sendiri. Ia memahami bahwa tidak semua luka harus sembuh, cukup ditemani. Bahwa kehilangan tidak selalu berarti hancur, dan kebahagiaan bukan tujuan, melainkan keputusan. Di akhir kisah, Kalara tidak menjadi versi sempurna dari dirinya-melainkan menjadi utuh, dengan segala pecahan yang ia terima dan rawat sendiri. Kalara adalah kisah pulang. Bukan ke rumah, bukan ke seseorang-tetapi ke dalam dada sendiri. Dan di sana, ia membangun rumah dengan tangannya sendiri. Rumah yang tenang, hangat, dan cukup. 💐
You may also like
Slide 1 of 9
Langit Yang Retak, Tak Selalu Hujan cover
Hello Jodoh cover
Horibble Woman (END) cover
[ⅰ] 𝐂lown of Eternity || 𝐓reasure cover
NO ESCAPE ✓ cover
THE SECRET OF RELYAN  cover
Good Killer [Completed] cover
IN ANOTHER LIFE (ON GOING) cover
ALKARA ( TAMAT) cover

Langit Yang Retak, Tak Selalu Hujan

21 parts Complete

Kalara adalah kisah seorang perempuan yang tumbuh di tengah luka, rindu, kehilangan, dan kenyataan yang tak selalu bisa dipeluk dengan logika. Sejak kecil, Kalara terbiasa menekan perasaan dan menyembunyikan tangis. Ia hidup dalam bayang-bayang keluarga yang dingin, cinta yang tak utuh, dan suara-suara dalam dirinya sendiri yang terus bertanya: Apakah aku pantas untuk bahagia? Perjalanan Kalara bukan tentang menemukan seseorang yang menyelamatkannya, tapi tentang keberaniannya untuk menyelamatkan diri sendiri. Di setiap bab, ia jatuh, terluka, dan mencoba bangkit-bukan dengan cepat, tapi dengan jujur. Ia bertemu dengan sosok-sosok yang mengguncang jiwanya, menghadapi masa lalu yang menyakitkan, hingga pada akhirnya ia memilih untuk duduk bersama lukanya, mengenalinya, dan perlahan merawatnya. Dari ruang-ruang gelap dalam dirinya, Kalara mulai belajar bahwa pulang bukan selalu tentang tempat-tapi tentang berani tinggal di dalam tubuh sendiri. Ia memahami bahwa tidak semua luka harus sembuh, cukup ditemani. Bahwa kehilangan tidak selalu berarti hancur, dan kebahagiaan bukan tujuan, melainkan keputusan. Di akhir kisah, Kalara tidak menjadi versi sempurna dari dirinya-melainkan menjadi utuh, dengan segala pecahan yang ia terima dan rawat sendiri. Kalara adalah kisah pulang. Bukan ke rumah, bukan ke seseorang-tetapi ke dalam dada sendiri. Dan di sana, ia membangun rumah dengan tangannya sendiri. Rumah yang tenang, hangat, dan cukup. 💐