Maaf Untuk AKU [END]

Maaf Untuk AKU [END]

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 18, 2023
WpInfo
Non-Fiction
Sering kali kita tidak menyadari bahwa bukan orang lain melainkan diri sendirilah yang lebih sering menyakiti. Ekspektasi yang terlalu tinggi, tekanan untuk menjadi yang terbaik, membunuh kemerdekaan diri, keinginan untuk diakui, dan harapan yang muluk. Semua hak itu terlalu kita paksakan terhadap diri sendiri hingga berakhir pada kesunyian dan ketidakpuasan terhadap diri sendiri.
All Rights Reserved
#111
kekecewaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ENDLESS SUFFERING [•Halilintar•] Empire Era
  • Keep Ticking and See The World
  • Hopeless
  • What About Me
  • Luka Yang Kucintai
  • RAZVAN: KING OF DARKNESS (C)
  • Berlian yang Tak Terlihat
  • Queen Of Ice Fantasy
  • HAK UNTUK BUNUH DIRI
  • Penyesalan Terbesar

Bagaimana perasaan mu ketika kau hanyalah bocah polos tak berdosa berumur lima tahun , bukannya dibawa ke taman bermain penuh keseruan , tapi ke medan perang tempat mayat tergeletak sejauh mata memandang , tempat dimana kaki mu tak luput dari darah yang tergenang , dan tangan kecilmu menggenggam erat pedang ; dengan alasan berjuang demi tanah kekuasaan. Itulah yang Halilintar rasakan. Tak bisa dipungkiri jika dunia yang tak adil selalu memihaknya , memberatkan pundaknya , dan membebani jiwanya. Tidaklah salah ketika Halilintar sendiri bilang ia ingin menyerah , tapi apa? Ia tak berhenti melangkah karna apapun itu , selalu ada hal yang membuatnya harus dan harus untuk memenuhi segala hal. Dia hanya bocah kecil , yang dijadikan lelucon oleh semesta , dijadikan badut oleh dunia , dimana penderitaan itu , seolah tampak lucu dimata orang yang tak tau seberapa tebal topeng diwajahnya. Namun apa? Tak berhenti disitu , tak hanya fisik , mentalnya juga membeku ; mati dihantam tiap hitungan waktu. Tapi lagi lagi , tubuh itu bangkit setelah jatuh.. "Nyawa ayah prioritasku" "Jangan berpura pura , ibu. Jujur lah dalam membenciku" "Jangan bermimpi.. Aku tak pantas disebut kakak" "Aku mati pun , tak ada pengaruhnya untuk hidup kalian! Aku akan mati bahkan sebelum tangan kalian kotor oleh darah ku" "Jangan khawatir , aku sudah terbiasa" " ..... Benar benar terbiasa" Dan dibalik semua itu , ia tak sendirian. "Benar kan~Tuan~?" WARNING!! *KARAKTER DISINI MILIK MONSTA , ENDLESS SUFFER HAHYA MEMINJAM KARAKTERNYA SAJA (ADA BEBERAPA TAMBAHAN KARAKTER DARI AUTHOR) *DILARANG COPY KARNA SAMA DENGAN MENCONTEK! DIDUNIA DIMARAHI MASYARAKAT , DIAKHIRAT DIMARAHI MALAIKAT! *SILAHKAN BERI SARAN DENGAN SYARAT : SOPAN , TIDAK BERTELE TELE , DAN DENGAN BAHASA INDONESIA TENTUNYA *JANGAN LUPA VOTE DAN IKUTI TIAP BAB , OKE!?

More details
WpActionLinkContent Guidelines