ceritaku dan hujan

ceritaku dan hujan

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 6, 2024
cerita seorang gadis yang memiliki penyakit mematikan yang ia sembunyikan dari keluarganya,ia juga seorang anak yang tidak dianggap oleh keluarganya,yang dimana hal itu membuat gadis itu dengan keluarganya sering bertengkar. "Aku benci mereka....... tapi aku sayang mereka" Kalian penasaran dengan gadis kecil itu?apa kah ia akan bertahan atau malah sebaliknya? Kaloh kalian penasaran dibaca ya,maaf Kaloh ada kesalahan kata, karena ini pertama kalinya aku buat novel,semoga kalian suka.
All Rights Reserved
#53
orangtua
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dishana (End)
  • BECAUSE MY LIFE IT'S YOU 💜
  • ARHAN || END
  • Cewek Judes VS Cowok Kepedean (Complete)
  • LB BOOK II: ENDLESS PAIN [END]
  • SURVIVED BECAUSE OF LOVE
  • 22.22 (END)
  • Let Me Love You Longer
  • ANAK YANG DI LANGGAR
  • MONOLOG SEMESTA

Ini tentang Dishana, perempuan yang memiliki nama ambigu sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Ini juga tentang di sana, dimana yang terlihat tertawa belum tentu bahagia, menangis belum tentu menderita. Dishana, di sana? Terdengar sama, namun memiliki makna berbeda. _________________________________________ "Di sana...." Suara lantang dari lelaki yang berdiri di atas podium itu membuat perempuan yang merasa namanya di panggil mengangkat tangan dengan percaya dirinya. Hening, semua mata tertuju kearahnya. "Kenapa berdiri?" Tanya sang pemanggil nama dengan tatapan heran. "Kakak tadi manggil nama saya?" "Siapa? nggak tuh." "Dishana. Itu nama saya kak." "Di sana." Tekan lelaki itu menunjuk kearah ruangan di bagian itu Utara. "Di sana tempat kalian semua kumpul setelah istirahat nanti." Penjelasan lantang itu membuat seluruh orang berusaha keras menahan tawanya. Wajah Shana memerah menahan malu, berusaha keras ia menampilkan raut biasa. "Dishana." Kakak tingkat itu menatap kearah Shana dengan serius. Merasa kali ini benar dirinya terpanggil, Shana menjawab. "Iya kak?" "Di sana senang, di sini senang dimana-mana hatiku senang." Langkah santai diiringi senandungan keras meluapkan tawa tertahan semua orang di sana. Sial! Bisakah Dishana mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga di dukcapil untuk mengubah namanya? __________________________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines