Aku, Kamu Kala itu

Aku, Kamu Kala itu

  • WpView
    LECTURAS 17
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, dic 17, 2023
Jika dalam buku sebelumnya aku berterimakasih, maka dalam tulisan ini, aku ingin mengakatakan selamat pergi. Tulisan ini hanya sedikit tentang aku, dan banyaknya tentang kamu. Tentang aku yang pintar mengutarakan perasaan dan kamu yang menganggap itu hal yang membosankan. Banyak tentangmu, tersusun rapih kusimpan janjimu, perlakuanmu, tutur rayumu. Katanya, kamu tidak boleh masuk kehidup seorang penulis, maka kamu akan abadi didalamnya. Kamu tidak peduli dan tetap melanggar, tapi tetap salahku, membiarkanmu bermain dihidup seorang penulis yang tidak punya siapa siapa. Tidak perlu khawatir, penulis itu sudah membiarkanmu pergi dan lari sejauh yang kamu mau. Pintunya ia kunci dan dibuang kelautan hampa agar kamu tidak kembali. Jika suatu saat kamu tidak menemukan rumah senyaman aku sipenulis bodoh ini, tetaplah dalam penyesalan. Karena sebelum itu, aku tidak pernah tidak memaafkanmu.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • I Promise You But Not
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Luka Lara Luna || END
  • BALADA KEHIDUPAN
  • 𝐊𝐚𝐥𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 [Sudah Terbit]
  • Bukan Kita D.A.N
  • My Heart Boat
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Expectation Boyfriend  [With Picture]

Tidak ada yang tak mungkin untuk kita bertemu. Ya, bertemu untuk menentukan siapa yang akan kupilih sejak kau meninggalkanku hanya karena kau merasa mengkhianati sahabat sendiri. Bahkan cemburu dengan sahabat baruku. Sungguh naïf sekali dirimu itu. Melangkahkan kaki di tempat yang sama. Tersenyum tanpa alasan saat melihatku. Dibalik topi ada wajah penyesalan? Aku rasa tidak sama sekali. Bahkan raut sedih pun tidak ada, senyum itu tidaklah tulus sebagai rasa persahabatan yang indah. Sungguh mudah untuk melukai, tetapi sangatlah sulit mengembalikan kepercayaannya kembali. Sebuah ruang menjadi saksi bisu, buku antalogi menjadi saksi bersalah atas semua ucapan kotormu mengenai diriku. Maaf, aku memang berjanji, tetapi tidak padamu.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido