Setiap orang pasti punya sekeping harapan kebahagiaan dalam setiap detik hidupnya. Namun aku tidak dapat menggenggam harapan yang hinggap. Harapan itu selalu lolos dan bahkan tidak bisa terpeluk. Gagal. Kupikir begitu. Tuhan tidak kejam. Tuhan telah membuat takdir, hanya saja aku tidak sabar untuk segera memeluk harapan itu menjadi sebuah takdir. Tentunya takdir bahagiaku. Khususnya kebahagiaan yang hinggap di setiap detikku kini, aku yang membuatnya. Ntah ini memang takdir atau apa, aku merasakan Tuhan memelukku erat lalu berbisik "berbahagialah". -pjr
Karagdagang detalye