WHAT THE FUTURE HOLD?

WHAT THE FUTURE HOLD?

  • WpView
    LECTURAS 1,045
  • WpVote
    Votos 113
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 2, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
"gua ga mau ada yang tau kalo kita serumah" "gimana kalo gua aja yang jadi imam buat lo?" Senangnya punya penghuni baru di rumah, setidaknya rumah bisa jadi sedikit ramai dari pada biasanya, itu yang Iman pikirkan. Sejak ayahnya meninggal ibunya pergi keluar kota untuk bekerja ia terpaksa ditinggal bersama adik kecilnya yang masih duduk di taman kanak-kanak. Rumah tingkat dua itu terasa semakin sepi. Tapi tidak lama, ibu memutuskan untuk menyewakan kamar di lantai dua. Iman sangat setuju dengan keputusan itu, ya, tentu saja itu sebelum ia mengetahui bahwa yang menempatinya adalah teman sekelasnya yang dingin dan keras kepala. Jujur saja, Iman sedikit kesal dengan kehadirannya. Tapi lambat laun keduanya merasakan perubahan dengan perasaan mereka. Disisi lain, Chriss, teman kecil Iman sudah lama menaruh rasa pada Iman. Secara tidak langsung, persaingan ketat dimulai! Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa Iman akan memilih salah seorang dari mereka? Akankah penantian Chriss sia-sia? Ayo ikuti kisah Iman disini!!!
Todos los derechos reservados
#66
brandal
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • As Possible
  • Hypocritical (Zeedel)
  • ARUNA STORY: Feel Again [Lengkap]
  • Strong Girl Michella (END)
  • Bad Daddy!
  • MALAM(MALA & ILHAM)
  • Something (Completed)
  • Kembali(?)
  • RUMAH TENGAH
  • ARAH HATI

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido