Arkana dan Albara

Arkana dan Albara

  • WpView
    LECTURAS 22,456
  • WpVote
    Votos 1,675
  • WpPart
    Partes 115
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ene 25, 2026
WpInfo
Ficción
LGBTQIA+
Salir del Armario y Autoaceptación
Gay
Queer
Surat cinta untuk masa remaja, simfoni pahit dan manisnya cinta pertama, senandung kosong berdebu dari sebuah duka. . . . Arkana memutuskan untuk kembali melanjutkan hidupnya setelah sempat terjatuh ke jurang depresi. Rumah baru, sekolah baru, kota baru. Ia ingin menata kembali dunianya yang pernah runtuh. Sampai suatu ketika, ia bertemu dengan seseorang dengan lebam di wajahnya. Berniat baik, ia membantu sosok itu. Tak disangka, semesta membuat mereka bertemu dihari-hari berikutnya. Albara, sosok yang sama-sama kehilangan dan kesepian seperti dirinya. . . . -Perhatikan nomor chapter sebelum membaca, siapa tahu salah urutan. Thanks for reading!
Todos los derechos reservados
#96
albara
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Break Up? || gxg
  • Dia Dialeka [COMPLETED]
  • Kamu Separuh Agamaku [TERBIT]
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • BAPER SEASON 2 {Bucinable}
  • SIRNA
  • Sementara [COMPLETE]
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • CINTA & LUKA PERTAMAKU [True Story] [END]

"So, we end up here?" "Terima kasih atas waktu kamu. Meski aku tahu waktu kita telah banyak terbuang sia-sia, tapi aku senang kita pernah punya waktu bersama yang indah. Dengan kamu aku bahagia." "Lantas kenapa kita harus berakhir?" "Aku gak akan menyalahkan takdir atas apa yang telah membuat kita harus berakhir. Ini pilihan kita." "Not us, ini pilihan kamu. Aku gak pernah bilang mau berpisah dari kamu." "Jangan egois." "Siapa sebenarnya yang lebih mendefinisikan egois disini? Aku atau kamu?" Air mata telah lama turun dengan derasnya tanpa diminta. Ini jelas buka air mata kebahagiaan, rasa sakit yang timbul menyebabkan sesak yang luar biasa. Seperti butiran pasir yang perlahan akan habis bagaimana pun usaha kita untuk menggenggamnya. Perpisahan memang selalu menyakitkan, bohong jika ada yang mengatakan berpisah itu mudah. "Kelak kamu akan menyadari kenapa aku mengambil keputusan ini. Kita sudah dewasa, bersikap egois bukanlah sesuatu yang patut dilakukan. Dimana pun kita berada atau apapun yang akan kita lakukan setelah ini, kamu berhak tahu kalau aku akan selalu mendukung kamu. Aku berharap kita akan bertemu lagi kelak dengan versi diri kita yang lebih baik." [On Going] Start: 23 Agustus 2024 Finish: - !!GXG AREA!! ♡happy reading♡

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido