Monolog
  • WpView
    Reads 108,122
  • WpVote
    Votes 2,819
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Thu, Sep 21, 2017
♡♡♡♡ Setiap tulisan akan menemukan pembacanya sendiri, setiap karya akan menemukan jodohnya sendiri. Aku percaya, setiap tulisan yang berasal dari hati, akan sampai ke hati. ♡♡♡♡ Kamu pasti tahu kan, bagaimana rasanya ketika rasa rindu tiba-tiba menyapa, ketika hatimu dimanjakan indahnya jatuh cinta atau ketika harimu penuh dengan hal yang membuatmu bahagia. Begitu pula kamu tahu rasanya ketika patah hati menghujam, kenangan-kenangan mendobrak fikiranmu juga ketika kau merasa jauh dari Tuhanmu. Rasanya banyak yg ingin disampaikan, difikirkan dan direnungi, bukan? Kumpulan tulisan ini adalah hasilnya. Kontemplasi. Cuap-cuap saya sendiri. Segala yang ada di fikiran dan hati tertuang disini.
All Rights Reserved
#41
introspeksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepertiga Malam Tentangnya
  • Kisah Inspiratif💡
  • BACK TO ALLAH
  • About Memories [END]
  • Sahabat ke Surga
  • JAUH DIMATA DEKAT DIDOA
  • HATI YANG MERINDU ( THE LOVING HEART )
  • Dakwah Cinta
  • Antara Timur Dan Barat [END]✔
  • HAUQALAH CINTA (TAMAT)

#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!

More details
WpActionLinkContent Guidelines