TRANSMIGRASI RATU [ON GOING]

TRANSMIGRASI RATU [ON GOING]

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 20, 2024
Seorang gadis merutuki nasibnya. Ia menatap sekelilingnya yang sangat berbeda 180 derajat. Berbagai sugesti muncul di kepalanya, sampai-sampai ia berpikir untuk menyerah, namun sangat di sayangkan apabila langkah itu ia ambil. Menghembuskan nafasnya lirih, apalagi sekarang? Rencana dari banyak rencana ia susun satu persatu, bukti dan petunjuk serta ingatan yang singgah samar-samar, ia manfaatkan dengan sangat baik. Lantas, bagaimana untuk kedepannya? Cukupkah dan bisakah ia menjalani peran sebagai jiwa seseorang yang bahkan nyaris sangat sempurna? Mampukah ia bertahan hanya dengan mengandalkan rencana, petunjuk, serta ingatan saja? Start 17 September 2023
All Rights Reserved
#345
tujuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Why you Comeback
  • This Is My Dream
  • I'm The Real Villainess (END)
  • The Real Of Me
  • Exchange Souls With Villains
  • Grafi [End]
  • ALIKA DAN LUKANYA [TAHAP REVISI]
  • Memeluk Hujan
  • I'm a Girl, Bos!
  • NADINE (Completed)✔✅

"Kenapa kamu balik lagi? dan tadi kamu bilang apa? mau perjuangin aku? Udah nggak ada guna nya" ujar gadis itu dengan penuh penekanan kepada pemuda yang bernama lengkap Gemilang Pratama. "Kasih aku kesempatan sekali lagi Sa. Aku minta maaf atas semua hal yang terjadi dulu. Aku bakal jelasin semuanya...aku janji bakal buat kamu jauh lebih bahagia kali ini," Ujar Tama lirih dan penuh permohonan. Tangan Tama berusaha untuk memegang pergelangan tangan gadis yang ia panggil, 'Sa'. Namanya Dia Carissa, kerap kali dipanggil Sasa. Namun, tangan Tama justru ditepis oleh Sasa. Sasa menatap Tama dengan sorot mata yang tak bisa dijelaskan. Kekecewaan, kebencian, kerinduan, kecemasan, bercampur aduk dalam sorot mata Sasa. "Ga ada satupun kesempatan yang pantas aku berikan lagi ke kamu. Aku sangat berharap kamu MATI", ujar Sasa dan berlalu meninggalkan Tama dengan tergesa-gesa. Tama hanya bisa menatap kepergian Sasa dengan terpaku, pemuda itu terpaku pada kata terakhir yang dilontarkan oleh Sasa. MATI

More details
WpActionLinkContent Guidelines