La Cannelle

La Cannelle

  • WpView
    Reads 63,211
  • WpVote
    Votes 6,414
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 5, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
College and University
Slow Burn
Romantic Comedy
Akira Yanai adalah cucu kesayangan dengan prestasi gemilang. Sedang Sen Yanai tidak pernah absen dari petualangan. Sen Yanai menyukai petualangannya menjelajahi dunia, berkenalan dengan banyak tipe manusia---berkencan dengan banyak wanita. Seperti sang otousan sebelum mengakhiri penjelajahan berkat keanggunan wanita Tionghoa Singapura, meski ia adalah orang Jepang keturunan klan samurai. Satu malam yang harusnya hanya dihabiskan biasa, merubah hubungan Akira Yanai dan Sen Yanai seratus delapan puluh derajat. Mereka harus merahasiakannya. Dengan kepribadian Sen Yanai yang suka bermain---kehidupan dan tipe ideal pria itu yang penuh kemilau---jauh dari Akira Yanai yang hanya dianggap dayang sejak mereka kecil. Hidup teratur dan masa depan Akira Yanai yang sepantasnya telah disusun matang-matang, tidak bisa diganggu oleh godaan yang Sen Yanai lakukan. Mereka tidak bisa berikatan terlalu dalam. But... the cinnamon keeps rolling; and slowly... they keep falling. ------------------------------------------------------------------- A Contemporary Romance | Brûler Vol. II Copyright ©️ 2026 by Rêveuse Doux
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Mulih (END)
  • The Last Yes!
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • Sweetly Tied
  • EINSTEIN [END]
  • Círculo del Destino
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • DOMINEX | The Crime Lock

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines