Alunan Laraku

Alunan Laraku

  • WpView
    Reads 103
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 20, 2023
"Kau harus menderita. Mati pun kau tak pantas. Hidup selamanya dengan mengingat semua dosamu juga belum cukup. Kau pantas jatuh ... Jatuh lagi ... Terus jatuh. Hingga seluruh tubuhmu benar-benar hancur tak bersisa." Itu bukan suara dari dalam kepala yang mendorong atau menyuruh seseorang untuk melakukan hal buruk di luar kesadarannya. Itu adalah ucapanku sendiri. Untuk diriku, yang paling kubenci. Jika kau bertanya, dosa macam apa yang aku lakukan sehingga aku menghukum diriku seperti ini, jawabannya adalah ... Aku membunuh calon mempelai pria, di hari pernikahan kami.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • don't leave daddy CH2 (END)
  • Self Injury's(complete)✔
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Forgive Me My Angela
  • DANGEROUS [JoongDunk]
  • Breathe
  • Sekeping Cinta Lara

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

More details
WpActionLinkContent Guidelines