Story cover for ELLIAH by Mazalya_
ELLIAH
  • WpView
    LECTURAS 252
  • WpVote
    Votos 53
  • WpPart
    Partes 5
  • WpView
    LECTURAS 252
  • WpVote
    Votos 53
  • WpPart
    Partes 5
Continúa, Has publicado dic 18, 2023
"ooh begitu kau, mulai berani kau dengan ayah? Mau jadi apa kau nanti? Perempuan itu kodratnya di dapur, memasak, mengurus anak dan suami. Percuma sekolah kau sekolah tinggi jika ujung-ujungnya kau akan kembali ke dapur"

Kata demi kata yang ayah lontarkan terus berputar di kepala ku. Ribuan tuntutan terus keluar dari mulut orang tua ku, sekarang aku tanya kepada kalian. Memangnya hidup wanita itu seperti apa seharusnya?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir ELLIAH a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#498pertemanan
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
SUARA BIA (TAMAT) cover
Love Itu SHIT [Revisi Tamat] cover
ALEA cover
Paradise cover
House Of Eight cover
Little Father | End √ cover
NIGUEL  cover
Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT] cover
I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon cover

SUARA BIA (TAMAT)

47 partes Concluida

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️