We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SORROW (Immortality Trilogy #2)

SORROW (Immortality Trilogy #2)

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 18, 2023
WpInfo
Fanfic
Seventeen
SVT AU | ONGOING Meratapi hidupnya setelah sebuah kecelakaan yang ia alami. Seorang manusia yang tak lagi memiliki sisi kemanusiaan. Ia yang merasa terbuang dari dunia setelah kehilangan kesempatannya untuk hidup, Wen Junhui. Namun, ia tak menyerah dan terus hidup didalam jiwanya yang redup. Bergantung kepada sosok manis yang selalu menjadi inspirasinya untuk bertahan, Xu Minghao. Mengapa ia terus bergantung padanya? Karena Junhui butuh penyeimbang energi yin dan yang. Semua itu diketahui oleh Kwon Soonyoung yang notabenenya merupakan pawang dari makhluk tak kasat mata itu. Ia telah memperjuangkan Lee Jihoon untuk bisa kembali ke sisinya dengan raga manusianya. Kini, Xu Minghao melakukan hal yang sama. Akankah ia berhasil membuat Wen Junhui utuh kembali? Warning! Suicide, bxb, 17+ Ship! Junhao, Soonhoon
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [✔]  Selene || Soonhoon (BxB)
  • My Partner ▲ KaiSoo ✔
  • [ Complete ] ᴛʜᴇ ᴡᴀʏ ɪ ʟᴏᴠᴇ || ꜱᴇᴠᴇɴᴛᴇᴇɴ ɢꜱ
  • Protective Twin ( VSuga - Taegi )
  • Life [✓]
  •  Time difference (End)
  • HOLD ME TIGHT | PARK JIMIN
  • Doigté  • Meanie ✅

[Completed] "Apa yang kau cintai itu hanyalah mitos belaka, bukalah matamu dan lihatlah kenyataan! Kau tidak hidup di zaman batu lagi!" "Dasar anak aneh, masa kau lebih mencintai dongeng hayalan negri barat itu daripada sejarah negaramu sendiri? Kau itu tinggalnya di Korea, bukan di Yunani" "Kau terlalu banyak berkhayal!" *** Kwon Soonyoung adalah seorang pemuda yang terpukau oleh mitologi yunani. Dan ia sudah kenyang dihina belum lagi disindir oleh teman-temannya hanya karena hal itu. Kehidupan pribadinya pun tidak lebih baik daripada kehidupannya di sekolahnya, sang ayah sangatlah kasar dan semena-mena, kerap kali pria tua itu menghadiahinya memar dan luka di sana-sini. Di hari dimana ia memutuskan untuk mengakhiri episode dalam hidupnya, sebuah keajaiban terjadi. Dihadapannya kini tampak seorang pemuda berambut keperakan yang bercahaya ditengah gelapnya malam. Pemuda itu mengulurkan tangannya dan berkata. "Namaku Artemis dan aku membutuhkan bantuanmu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines