Still Alive

Still Alive

  • WpView
    Reads 323
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 21, 2024
WpInfo
Non-Fiction
"Ini nggak adil!" teriak Zila pada gundukan tanah yang baru, "kenapa kalian semua meninggalkanku sendiri. Kenapa?" Isak tangis yang sangat menyanyat hati terdengar di sebuah pemakaman. Di mana para pelayat sudah pergi semua. Meninggalkan Fazila yang masih setia di samping makam sang kawan. "Apa aku ikut kalian saja ya?" pertanyaan gila keluar begitu saja. Hidupnya sudah hancur. Buat apa ia masih bertahan. Bila hanya derita yang didapatkan. Akan tetapi, ia ingin membuktikan bahwa sekeras apapun hidup, masih layak untuk dijalani. Ia akan berjuang dan melanjutkan perjuangan sang kawan. Namun, ada sisi di mana Zila ingin berhenti. Karena semua ini tak mudah untuk dijalani. Terlalu kejam dan juga memuakkan. Lalu, langkah apa yang akan dipilih Zila. Akankah ia mempertahankan hidup, atau memilih menyusul ketiga temannya?
All Rights Reserved
#58
zila
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Faith in You : The Seeker
  • FINDING SOULMATE
  • To the Happy Ending✓
  • Partner For Life
  • ROSE'S  FOR THE DEATH. (SUDAH  TERBIT.)
  • Boys With Luv
  • TRAVELING : world of novel (ON GOING)

Azela Raulika, seorang gadis yang tampak memiliki segalanya-kecantikan, keluarga, dan masa depan yang cerah-namun di balik itu semua, ia menyimpan luka yang dalam. Hidupnya tak pernah sama sejak kehilangan ibunya, meninggalkan dia bersama ayahnya yang keras dan tak pernah mengerti. Setiap hari, Azela terjebak dalam kesepian yang mengerikan, merasakan beratnya dunia yang terus memandang dirinya sebagai sosok yang tak pernah cukup. "Ayah, kenapa harus aku?" adalah pertanyaan yang selalu terngiang dalam benak Azela, sebuah pertanyaan yang tak pernah terjawab. Ayahnya, yang dulu penuh kasih, kini hanya tampak seperti sosok asing yang lebih suka menambah luka daripada menyembuhkannya. Perlakuan dingin dan kemarahan yang tak terduga membuat Azela merasa dirinya hanyalah beban, bukan anak yang layak mendapatkan cinta dan perhatian. Namun, di balik setiap tamparan dan kata-kata tajam, Azela hanya ingin satu hal: 'dimengerti' , 'dihargai' , dan yang terpenting, "pulang ke pelukan kasih sayang yang telah lama hilang". Tapi, semakin dia mencari, semakin tak ada yang datang. Lelah dengan segala harapan yang pupus, Azela harus bertahan dalam dunia yang terasa semakin sunyi dan tak adil. Apa yang akan terjadi ketika seorang anak merasa tak pernah cukup di mata ayahnya sendiri? Akankah Azela menemukan jalan keluar dari kesunyian ini, atau takdir akan terus membawa luka yang semakin mendalam? #Jangan lupa vote komen dan juga follow, jangan cuma baca aja yaaa readrs..... #Oke langsung masuk je cerita aja ya.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines