Still Alive

Still Alive

  • WpView
    LECTURAS 272
  • WpVote
    Votos 45
  • WpPart
    Partes 22
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, may 21, 2024
"Ini nggak adil!" teriak Zila pada gundukan tanah yang baru, "kenapa kalian semua meninggalkanku sendiri. Kenapa?" Isak tangis yang sangat menyanyat hati terdengar di sebuah pemakaman. Di mana para pelayat sudah pergi semua. Meninggalkan Fazila yang masih setia di samping makam sang kawan. "Apa aku ikut kalian saja ya?" pertanyaan gila keluar begitu saja. Hidupnya sudah hancur. Buat apa ia masih bertahan. Bila hanya derita yang didapatkan. Akan tetapi, ia ingin membuktikan bahwa sekeras apapun hidup, masih layak untuk dijalani. Ia akan berjuang dan melanjutkan perjuangan sang kawan. Namun, ada sisi di mana Zila ingin berhenti. Karena semua ini tak mudah untuk dijalani. Terlalu kejam dan juga memuakkan. Lalu, langkah apa yang akan dipilih Zila. Akankah ia mempertahankan hidup, atau memilih menyusul ketiga temannya?
Todos los derechos reservados
#23
zila
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ALZEA (TERBIT)
  • FINDING SOULMATE
  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • verlies
  • BLOOMING [END]
  • save me
  • Partner For Life
  • CINTA KONSTANTA

(PART MASIH LENGKAP!) Kembali ke masalalu.... Meskipun itu terdengar gila tapi Zea sangat bersyukur telah mengalaminya, meski hanya kembali pada lima bulan yang lalu dan semuanya sudah terlanjur hancur, Zea berjanji akan mengubah jalan hidupnya. Zea akan membuat jalan hidup yang bahagia bersama putranya, dia tidak akan membiarkan putranya terbunuh didepan matanya untuk kedua kalinya. Meskipun putranya adalah hasil dari pemerkosaan yang terjadi secara tidak sengaja, tapi sungguh dengan segenap jiwanya Zea sangat menyayangi anaknya itu. *** "Ayen dengar Buna kan? Ayo buka matanya, temenin Buna di sini, dunia terlalu jahat sayang." "Hahahaha, seorang Antagonis ternyata bisa nangis juga." "Gue emang Antagonis TAPI GUE JUGA PUNYA HATI, KENAPA HARUS ANAK GUE! KENAPA!!!" "Kalian pembunuh!" *** "Hah, gue kembali." "Tuhan terimakasih Tuhan." "Ayen Buna tunggu kamu ya." ❒❒❒ ASLI KARYA SENDIRI NO COPY COPY KAYAK GAK PUNYA OTAK DAN HATI! LO YANG BACA CERITA INI JANGAN PERNAH ADA NIAT SECUIL PUN BUAT COPY ATAU PLAGIAT CERITA GUE! LO PIKIR BUAT INI GAMPANG? ENGGAK! MAKANYA JANGAN AMBIL HAK MILIK ORANG Kalau suka sama cerita ini boleh, tapi gausah ngejiplak kesannya kayak gak punya otak buat mikir karya sendiri Oke sekian. Maaf terlalu kasar tapi ini DEMI KEBAIKAN BERSAMA

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido