Dua Sisi
  • WpView
    Reads 161
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 5, 2024
"Gue nggak pernah ngeluh bukan berarti gue nggak punya masalah, gue cuma nggak bisa ngungkapin perasaan gue ke orang orang." Menurut Belva, satu satunya orang yang bisa di percaya adalah diri sendiri. Satu satunya orang yang paling bisa mengerti kita adalah diri kita sendiri. Semua orang punya masalah, jadi jangan pernah menganggap orang lain hidup sempurna hanya karena melihat mereka tidak pernah mengeluh. Belva memang tidak pandai mengungkapkan isi hatinya. Ia tidak mudah percaya pada orang lain, jadi ia lebih banyak memendam masalah sendirian.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • ELGITA  (TERBIT)
  • A Taste [END]
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus]
  • GRIZLEN {On Going}
  • REGREAT

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

More details
WpActionLinkContent Guidelines