William

William

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 13, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
➖ Budayakan like, komen jika ada salah kata atau penulisan, dan share jika kalian suka ➖ ⛔⛔⛔ . . "Lo suka sama gue??"kejut Chintya dengan dahi yang mengkerut tak percaya. "Ya!"Wiliam semakin mendekat kearah Chintya yang membuatnya terpojok. Chintya memutar bola matanya dan mendorong Wiliam agar sedikit menjauh. "Cih.. Lo pikir bisa ngadepi gue,??!" "Walaupun Lo brengsek dan sifat Lo anjing... Kalo gue udah suka. Gue gak bakal lepasin Lo." Chintya menelan air liurnya, tak percaya dengan apa yang dia dengar. William kembali mendekat hingga tak ada batas diantara mereka "jadi giman...hmm?"bisik William di telinga Chintya.
All Rights Reserved
#417
masasma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Argithan √
  • Rumah Tanpa Atap
  • Vira Ayunda[On Going]Revisi✓
  • AYKA
  • Bad Girl VS Bad Boy {END}
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • AKSENIO
  • RIAREZ : dendam dalam cinta (END)
  • hanya untuk bunda
  • ARTAN

"Please, Pak. Ara beneran nggak mau di cincang sama kaprog gila, Paaak!!!" Pasang senyum sejuta byte, akhirnya pak ojol menyerah. Ia menepikan motornya. Kemudi motor beralih ke tangan. Ara tersenyum puas harapannya terpenuhi. Saatnya beraksi. "Aduh, mbak..., jantung Pak Ojol mau copot!!!" Belum banyak beberapa menit, telinga Ara sudah dicemari oleh teriakan dari si pemilik motor. Tak peduli dengan itu, Ara menancapkan gas lebih banyak lagi. "Awas, mba eee! Bakul krupuk!" Bodoamat, Pak! Wkwk. Bibir Ara mengencang menyesuaikan gas yang ia tarik. Bakul krupuknya aja yang nggak tau diuntung. Memakan banyak tempat, huhhh. Berbelok ke area sekolah dan mengakhirinya dengan mengerem mendadak. Membuat Ara sediki tersungkur ke depan akibat tekanan tubuh dari si penumpang. "Aduh, Mbaknya ... cantik-cantik naik motor, kok, kayak orang kesurupan!" Pak Ojol mengusap-ngusap dadanya. Tenang, Pak. Masih idup, kan? Ara tak menggubris, ia mencopot helm yang menaungi kepala Ara dan memberikan ke pemiliknya. Ia menyodorkan uang pas ke pak ojol. "Thanks, ya, Pak!" Pak ojol menggelengkan kepalanya. Darahnya sor-soran, jantungnya deg-degan. Bocah SMK mengajak pak ojol mau mati. Haduh! Ara berlari kecil menuju kelasnya. Koridor cukup sepi. Untungnya, di gerbang tidak ada BK ataupun satpam, si Gatol botak! "Ternyata, selain jadi murid bar-bar, kamu juga jadi pembalap." Tepat sekitar enam meter dari jaraknya Ara, si kaprog gila itu sedang berjalan di belakangnya. Bersuara dengan mistisnya, Ara menjadi was-was. Masalah apa lagi, ya, Allah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines